www.AlvinAdam.com

Obor Rakyat Indonesia

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Reformasi Mental Untuk Tranformasi Sistem Ketenagakerjaan

Posted by On November 05, 2017

Reformasi Mental Untuk Tranformasi Sistem Ketenagakerjaan

Reformasi Mental Untuk Tranformasi Sistem Ketenagakerjaan - JPNN.COM

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Tenaga Kerja Muhammad Hanif Dhakiri mengapresiasi program Colective Creative Learning and Action for Sustainable Solution (Co-CLASS),yang diselenggarakan bersama-sama antara Kementerian Ketenagakerjaan dengan Yayasan Upaya Indonesia Damai atau juga dikenal United in Diversity (UID), Tsinghua University dan Universitas Paramadina.

Co-CLASS merupakan perwujudan dari MoU Kementerian Ketenagakerjaan, UID dan Tsinghua University yang te lah ditandatangani pada November 2016 lalu.

MoU ini menyepakati kerja sama tiga pihak dalam meningkatkan kapasitas kepemimpinan kolektif tri-sektor bisnis, pemerintah, dan masyarakat madani sehingga mampu mengatasi berbagai tantangan ketenagakerjaan ke depan.

“Saya cukup terkejut dengan hasil program Co-CLASS ini karena meski hanya berlangsung selama kurang lebih lima bulan, program ini telah berhasil melakukan reformasi mental yang sangat penting untuk menghasilkan aksi nyata dalam mewujudkan sistem ketenagakerjaan yang berdaulat, mandiri, berlandaskan gotong royong dan rasa percaya,” kata Hanif saat menutup program Co-CLASS angkatan pertama, Sabtu (4/11), di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta.

Program ini telah diselenggarakan sejak pertengahan Juni lalu.

“Kami merasa bahagia bisa merasakan semangat gotong-royong dalam setiap ide prototype yang ditampilkan dalam kegiatan kelulusan ini. Kami merasa optimis bahwa dengan adanya rasa saling p ercaya lintas sektor, pemerintah-bisnis-masyarakat madani akan mampu melewati tantangan dengan mengubahnya menjadi peluang. Dan itulah alasan utama mengapa kami mendirikan organisasi UID ini, ” kata pendiri UID Cherie Salim.

Program Co-CLASS ini pada diikuti 26 peserta hasil seleksi dari 69 orang yang berminat. Mereka terdiri dari 16 peserta yang berasal karyawan Kemenaker dari 7 unit eselon I dan BNSP yang terdiri 3 orang Eselon II dan 13 Staf atau Eselon IV.

Kemudian tiga orang dari serikat pekerja, satu orang dari LSM, lima orang dari dunia usaha dan satu orang dari akademisi.

  • 1
  • 2
  • Next
Berita Terkait
  • Beginilah Cara Menghitung Kenaikan UMP
  • Pastikan UMP Baru Sudah Mengakomodasi Pekerja dan Pengusaha
  • Buruh Anggap Kenaikan UMP Tidak Perhitungkan KHL
  • Menaker Lepas 32 Pemuda Magang ke Jepang, Inilah Pesannya
  • Temui Menaker, Sandi Bahas Ketenagakerjaan dan Kenaikan Upah
  • Menaker Apresiasi Program PPK Sampoerna Expo 2017
Sumber: JPNN

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »