www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

TNI Bantah Lukai Nelayan Vietnam

Posted by On Juli 25, 2017

TNI Bantah Lukai Nelayan Vietnam

TNI Bantah Lukai Nelayan Vietnam

TNI Angkatan Laut menepis tudingan bahwa pihaknya melukai empat nelayan Vietnam dan mengklaim hanya memberikan tembakan peringatan.

Indonesien Marine Kriegsschiff (Getty Images/AFP/A. Ibrahim)

TNI Angkatan Laut membantah tudingan pihaknya melukai empat nelayan asal Vietnam dalam insiden di Laut Natuna Utara. Jurubicara Angkatan Laut, Gig Jonias Mozes Sipasulta mengklaim kapal perang Indonesia hanya memberikan tembakan peringatan ketika kedua kapal nelayan Vietnam memasuki wilayah Indonesia pada jarak empat mil laut dari perbatasan.

Dalam pernyataan yang dipublikasikan Senin (24/7) sore, Sipasulta mengatakan laporan penembakan terhadap nelayan tidak benar. Menurutnya kedua kapal nelayan Vietnam bergegas meninggalkan wilayah pera iran Indonesia setelah mendapat tembakan peringatan dari KRI Wiratno-379.

"Hari Minggu, 23 Juli 2017, pukul 19.45 WIB, KRI WIR mendapatkan kontak KIA (kapal ikan asing) di Pos 4 nm (nautical mile) masuk ZEEI (Zona Ekonomi EKslusif Indonesia). Tiba-tiba 2 KIA melaksanakan penggelapan, tapi siluet terlihat dan haluannya mengarah ke haluan KRI pada jarak 30 meter sehingga diberikan 1 butir tembakan peringatan ke udara menggunakan SS-1," tuturnya seperti dilansir Detik.com.

Surat kabar Vietnam Binh Din, yang mengutip keterangan kapten kapal Nguyen Thanh Ngoc, melaporkan kapal nelayan tersebut berada di wilayah teritorial Vietnam, sekitar 100 mil laut di tenggara pulau Con Dao, "ketika diserang" kapal angkatan laut Indonesia.

  • China Russland gemeinsame Manöver

    Saling Tikam Berebut Laut Cina Selatan

    Bersekutu dengan Rus ia

    Cina sendirian dalam konflik seputar Kepulauan Spratly dan Paracel di Laut Cina Selatan. Kecuali Rusia yang rutin menggelar latihan militer bersama (Gambar), negeri tirai bambu itu tidak banyak mendulang dukungan atas klaim teritorialnya. Terutama karena klaim Beijing bertentangan dengan hukum laut internasional.

  • Karte Südchinesisches Meer Englisch

    Saling Tikam Berebut Laut Cina Selatan

    David Versus Goliath

    Secara umum Cina berhadapan dengan enam negara dalam konflik di Laut Cina Selatan, Taiwan, Vietnam, Malaysia, Brunai dan Filipina yang didukung Amerika Serikat. Dengan lihai Beijing menjauhkan aktor besar lain dari konflik, semisal India atau Indonesia. Laut Cina Selatan tergolong strategis karena merupakan salah satu jalur dagang paling gemuk di dunia dan ditengarai kaya akan sumber daya alam.

  • China Bildergalerie Chinas Diplomatie mit dem Bagger

    Saling Tikam Berebut Laut Cina Selatan

    Diplomasi Beton

    Ketika jalur diplomasi buntu, satu-satunya cara untuk mengokohkan klaim wilayah adalah dengan membangun sesuatu. Cara yang sama ditempuh Malaysia dalam konflik pulau Sipadan dan Ligitan dengan Indonesia. Berbeda dengan Malaysia, Cina lebih banyak memperkuat infrastruktur militer di pulau-pulau yang diklaimnya.

  • Südchinesisches Meer Sand Cay Reef

    Saling Tikam Berebut Laut Cina Selatan

    Reaksi Filipina

    Langkah serupa diterapkan Filipina. Negara kepulauan itu belakangan mulai rajin membangun di pulau-pulau yang diklaimnya, antara lain San Cay Reef (gambar). Beberapa pulau digunakan Manila untuk menemp atkan kekuatan militer, kendati tidak semewah Cina yang sudah membangun bandar udara di kepulauan Spratly.

  • USA Philippinen Militärmanöver Balikatan 2015

    Saling Tikam Berebut Laut Cina Selatan

    Di Bawah Naungan Paman Sam

    Filipina boleh jadi adalah kekuatan militer terbesar selain Cina dalam konflik di perairan tersebut. Jika Beijing menggandeng Rusia, Filipina sejak dulu erat bertalian dengan Amerika Serikat. Secara rutin kedua negara menggelar latihan militer bersama. Terakhir kedua negara melakukan manuver terbesar dengan melibatkan lebih dari 1000 serdadu AS.

  • Indonesien Militärübung

    Saling Tikam Berebut Laut Cina Selatan

    Indonesia Memantau

    Indonesia pada dasarnya menolak klaim Cina, kare na ikut melibas wilayah laut di sekitar kepulauan Natuna. Kendati tidak terlibat, TNI diperintahkan untuk sigap menghadapi konflik yang diyakini akan menjadi sumber malapetaka terbesar di Asia itu. Tahun lalu TNI mengerahkan semua kekuatan tempur milik Armada Barat untuk melakukan manuver perang di sekitar Natuna.

  • Indonesien Marine Panzer

    Saling Tikam Berebut Laut Cina Selatan

    Bersiap Menghadapi Perang

    TNI juga membentuk Komando Operasi Khusus Gabungan untuk menangkal ancaman dari utara. Komando tersebut melibatkan lusinan kapal perang, tank tempur amfibi dan pesawat tempur jenis Sukhoi.

  • Indonesien Militärübung

    Saling Tikam Berebut Laut Cina Selatan

    Indonesia Tolak Klaim Cina

    Cina berupaya menjauhkan Indonesia da ri konflik dengan mengakui kedaulatan RI di kepualuan Natuna dan meminta kesediaan Jakarta sebagai mediator. Walaupun begitu kapal perang Cina berulangkali dideteksi memasuki wilayah perairan Natuna tanpa koordinasi. Secara umum sikap kedua negara saling diwarnai kecurigaan, terutama setelah Presiden Jokowi mengatakan klaim Cina tidak memiliki dasar hukum

  • USS Barry US Navy Marine Kriegsschiff

    Saling Tikam Berebut Laut Cina Selatan

    AS Tidak Tinggal Diam

    Pertengahan Mei 2015 Kementrian Pertahanan AS mengumumkan pihaknya tengah menguji opsi mengirimkan kapal perang ke Laut Cina Selatan. Beberapa pengamat meyakini, Washington akan menggeser kekuatan lautnya ke Armada ketujuh di Pasifik demi menangkal ancaman dari Cina.

    Penulis: rzn/as (dari berbagai sumber)


Empat nelayan dikabarkan mengalami luka tembak. Du a diantaranya dalam kondisi serius dan kini sedang dirawat di sebuah rumah sakit di Ho Chi Minh.

Vietnam belakangan menerapkan strategi ala Cina dengan mengerahkan kapal nelayan berserta pasukan penjaga pantai untuk memperkuat klaim teritorialnya di Laut Cina Selatan. Mei silam sejumlah kapal nelayan Vietnam disergap Indonesia di Laut Natuna Utara.

Insiden serupa terjadi pada pertengahan Juli silam ketika polisi air menangkap lima kapal nelayan Vietnam yang diawaki 30 orang di kawasan yang sama.

Menyusul langkah agresif negara-negara di tepi Laut Cina Selatan, Indonesia belakangan mulai meningkatkan pengawasan terhadap perbatasan terluar, termasuk terhadap nelayan asing dan mengubah nama Laut Cina Selatan di sekitar pulau Natuna menjadi Laut Natuna Utara. Kawasan perairan tersebut termasuk dalam wilayah sembilan garis titik-titik yang diklaim Cina.

  • Straße von    Malakka

    Dilema Cina di Selat Malaka

    Surutkan Pengaruh

    Dengan segala cara pemerintah Cina berupaya mencaplok Laut Cina Selatan (LCS). Faktor ekonomi dan militer adalah motivasi terbesar di balik langkah sarat konflik itu. Ironisnya bukan pada Laut Cina Selatan perekonomian Cina bergantung, melainkan pada Selat Malaka. Manuver Beijing dalam konflik LCS justru melenyapkan sisa pengaruh Cina di jalur laut antara Indonesia dan Malaysia itu

  • Öltanker mit irakischem Öl Archivbild 2003

    Dilema Cina di Selat Malaka

    Blokade Laut

    Sebanyak 80% impor energi Cina diangkut dengan kapal melewati selat Malaka. Tanpanya mesin ekonomi negeri tirai bambu itu akan cepat meredup. Serupa dengan strategi Iran di Selat Hormuz, berbagai negara besar yang berkonflik dengan Beijing telah mengadopsi blokade laut ke dalam strateg i militernya untuk menundukkan Cina.

  • Japan Hubschrauberträger DDH Hyuga

    Dilema Cina di Selat Malaka

    Neraka Logistik

    Blokade laut masuki masa kejayaan pada era Perang Dunia II dilanjutkan pada Perang Dingin dan Perang Irak 1991. Cara ini terbukti efektif memutus suplai logistik sebuah negara yang terlibat dalam perang. Saking efektifnya, diktatur NAZI Jerman Adolf Hitler perintahkan armada kapal selamnya buat menyerang semua kapal dagang yang berlayar dari AS ke Inggris.

  • Indien Flugzeugträger Marine

    Dilema Cina di Selat Malaka

    India di Gerbang Selat Malaka

    Sebab itu AS telah meracik strategi buat memblokir pasokan energi Cina di Selat Malaka. Baru-baru ini India bahkan menempatkan pesawat pengintai dan sejumlah kapal perang di Kepulauan Andaman dan Nicobar di gerbang utama Selat Malaka di Teluk Bengal. Jarak antara pulau Great Nicobar yang dijadikan pangkalan militer India dengan Selat Malaka cuma berkisar 650 kilometer

  • Infografik Chinas neue Seidenstraße Englisch

    Dilema Cina di Selat Malaka

    Jalur Kuno di Era Modern

    Tidak heran jika Beijing sejak lama berupaya mencari jalan lain untuk mengimpor energi tanpa harus melewati selat Malaka. Untuk itu Cina berpaling dari laut dan fokus menggarap proyek infrastruktur di daratan. Rencana tersebut bukan hal baru. Beijing berniat menghidupkan kembali jalan sutera yang dulu aktif digunakan sebagai jalur dagang hingga abad ke-13.

  • Infografik Pipeline Myanmar China

    Dilema Cina di Selat Malaka

    Berpaling ke Myanmar

    Salah satu wujudnya adalah proyek pembangunan pipa minyak seharga 2,5 milyar Dollar AS yang menghubungkan pelabuhan Kyaukphyu di Myanmar dengan Kunming di provinsi Yunan. Pipa sepanjang 2800 kilometer itu mampu mengalirkan 12 milyar ton minyak mentah per tahun. Proyek ini dituntaskan 2014 silam.

  • Pakistan Hafen Gwadar

    Dilema Cina di Selat Malaka

    Pipa ke Teluk Persia

    Proyek lain adalah menghubungkan pelabuhan Gwadar di Pakistan dengan provinsi Xinjiang. Koridor ekonomi itu buka akses Cina langsung ke negara produsen minyak di Teluk Persia. Tapi opsi ini tidak murah. Lantaran kondisi geografis yang didominasi pegunungan, biaya pembangunan pipa antara kedua wilayah bakal menambah ongkos 10 Dollar AS untuk setiap barrel minyak mentah.

  • Gaspipeline von Russland nach China

    Dilema Cina di Selat Malaka

    Gas dari Utara

    Beijing juga berharap pada Rusia. Tahun 2014 silam kedua negara menyepakati pembangunan pipa minyak dan gas sepanjang 4800 km dari Angarsk menuju Daqing. Proyek seharga 400 milyar Dollar AS itu direncanakan bakal mampu mengangkut 1,6 juta barrel minyak per hari. Tapi Rusia menangguhkan pembangunan menyusul anjloknya harga minyak.

  • 30.07.2013 DW online Karten Thailand Bankok englisch

    Dilema Cina di Selat Malaka

    Membelah Thailand

    Cina bahkan mengusulkan pembangunan kanal laut di Thailand dengan mencontoh Terusan Panama. Proyek seharga 25 milyar US Dollar itu bakal menghubungkan Samudera Hindia dengan Teluk Thailand. Namun rencana ini ditolak oleh pemerin tah di Bangkok lantaran masalah keamanan.

  • Das Containerschiff Globe Archiv

    Dilema Cina di Selat Malaka

    Opsi Terbatas

    Analis berpendapat, rencana Cina membangun koridor darat untuk mengamankan pasokan energi justru menegaskan peran tak tergantikan Selat Malaka. Upaya Beijing diyakini cuma akan menambah keragaman jalur pasokan energi, tapi tidak akan mengurangi ketergangtungan Cina terhadap Selat Malaka.

    Penulis: Rizki Nugraha/as (ap, foreignpolicy, nytimes, ft)


rzn/hp (ap,kompas,detik)

Laporan Pilihan

Dilema Cina di Selat Malaka

Cina mati-matian mempertahankan klaimnya di Laut Cina Selatan. Padahal pasang surut perekonomian negeri tirai bambu itu bergantung pada Selat Malaka. Kelemahan tersebut coba dimanfaatkan AS dan India (24.06.2016)

Saling Tikam Berebut Laut Cina Selatan

Konflik Laut Cina Selatan menjadi ujian terbesar Cina buat menjadi negara adidaya. Meski bersifat regional, konflik itu mendunia dan mengundang campur tangan pemain besar, termasuk Amerika Serikat dan Indonesia. (15.05.2015)

  • Tanggal 25.07.2017
  • Tema Laut Cina Selatan
  • Kata Kunci TNI Angkatan Laut, Laut Natuna Utara, Vietnam, Kapal Nelayan Ilegal, Keamanan, Laut Cina Selatan
  • Bagi artikel Kirim Facebook Twitter google+ lainnya Whatsapp Tumblr Digg Technorati stumble reddit Newsvine
  • Feedback: Kirim Feedback
  • Cetak Cetak halaman ini
  • Permalink http:/ /p.dw.com/p/2h5Ws
Sumber: DW

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »