www.AlvinAdam.com

Obor Rakyat Indonesia

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Kisah Yeni, Gagal Bunuh Diri Lalu Tewas di Tangan Suami - Detikcom (Siaran Pers) (Pendaftaran)

Posted by On Juli 21, 2017

Kisah Yeni, Gagal Bunuh Diri Lalu Tewas di Tangan Suami - Detikcom (Siaran Pers) (Pendaftaran)

Jumat 21 Juli 2017, 17:52 WIB Kisah Yeni, Gagal Bunuh Diri Lalu Tewas di Tangan Suami Mei Amelia R - detikNews Kisah Yeni, Gagal Bunuh Diri Lalu Tewas di Tangan SuamiFoto: Suhartanto, suami sekaligus pembunuh Yeni/Istimewa Jakarta - Kisah hidup Yeni alias Maharani (27), seorang ibu rumah tangga di Kalimulya, Depok, berakhir tragis. Setelah usahanya untuk bunuh diri gagal, Yeni justru tewas di tangan suaminya sendiri, Suhartanto (29).
"Motif pembunuhan karena pelaku kesal sama korban. Pelaku ini kan ketahuan selingkuh dengan wanita lain, sudah minta maaf, dibujuk-bujuk pulang enggak mau akhirnya kalap lalu menceki k korban hingga tewas," terang Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Teguh Nugroho kepada detikcom, Jumat (21/7/2017).
Kisah bermula pada Rabu 19 Juli lalu, Yeni dan suaminya terlibat pertengkaran. Percekcokan dipicu masalah wanita lain yang menjadi selingkuhan suaminya.
"Waktu berantem itu, korban sempat mencakar perut suaminya, kemudian pelaku (suami korban) ini menjambak rambut korban hingga korban terjatuh ke kasur," kata Teguh.
Tidak sampai di situ saja, Yeni yang masih merasa sakit hati atas perselingkuhan suaminya itu kemudian mencoba mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Tetapi niatnya itu digagalkan oleh sang suami yang memergokinya.
"Suaminya kemudian memotong kain yang digunakan korban untuk gantung diri dengan pisau cutter," lanjut Teguh.
Pada malam harinya sekitar pukul 19.30 WIB, Yeni pergi meninggalkan rumahnya tanpa berpamitan ke sang suami. Karena merasa khawatir, suaminya lalu mencoba mencarinya ke beberapa tempat.
"Kemudian suaminya ini SMS dan telepon korban, tetapi saat itu tidak dijawab oleh suaminya," sambungnya.
Hingga akhirnya pada Kamis (20/7) menjelang subuh, korban akhirnya mengirimkan SMS yang isinya menyampaikan keberadaannya di pinggir kali di Priuk.
"Karena masih pagi, suaminya enggak mencarinya ke Priok. Pada siang harinya, sekitar pukul 14.30 WIB, pelaku menanyakan keberadaan korban dan dijawab korban, ada di deket pohon bambu di pinggir kali di sekitar GDC," lanjutnya.
Sekitar pukul 15.30 WIB, pelaku datang menemuinya yang saat itu tengah duduk di tanah di pinggir Kali Ciliwung. Pelaku membujuk korban untuk pulang sambil meminta maaf atas perselingkuhan yang dilakukannya itu.
"Mungkin karena masih marah, korban enggak mau diajak pulang, pelaku pun khilaf hingga akhirnya mencekik leher korban dari depan," tuturnya.
Korban pun terjatuh ke tanah dengan posisi terlentang. Pelaku sempat mengecek kondisi istrinya, ternyata sudah tidak bernapas. Karena takut ketahuan, pelaku pun akhirnya melarikan diri.
"Dari hasil penyelidikan, dugaan pelaku mengarah kepada suaminya ini. Pelaku kami tangkap tadi malam di rumahnya di kawasan Kalimulya, Cilodong, Depok," ucapnya.
(mei/rvk)Sumber: Google News

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »