www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

thumbnail

Posted by On April 17, 2018

Kata Luhut, Pengkritik Itu Teman Salat Jumat Jokowi Sewaktu Kecil

Luhut Binsar Panjaitan

Menko Maritim Luhut Binsar saat berbicara di Rapat Koordinasi Bidang Nasional III Kemaritiman DPP PDI Perjuangan di Jakarta, Minggu (8/4). (Fredrik/JawaPos)

JawaPos.com - Sikap Presiden Joko Widodo yang mengungkapkan kejengkelannya karena kerap dikritik dan diserang secara personal, mendapat dukungan dari Menko Bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan.

Serangan pada mantan Wali Kota Surakarta tersebut, kerap mempertanyakan soal keislaman Jokowi dan selalu dikaitkan dengan isu PKI.

"Saya setuju jika presiden merasa jengk el. Itu kan Ketua Komisi I DPR (Abdul Kharis Almasyhari) yang merupakan temannya beliau (presiden) dari kecil," ujar Luhut usai berbicara pada Rapat Koordinasi Bidang Nasional III Kemaritiman DPP PDI Perjuangan di Jakarta, Minggu (8/4).

Abdul Kharis Almasyhari

Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari yang merupakan teman kecil Presiden Joko Widodo. (JawaPos.com)

Diketahui, Abdul Kharis Almasyhari merupakan anggota DPR dari dapil V Jateng, alamat rumah di Laweyan, Solo. Sebelum berkecimpung di dunia politik, Abdul Kharis merupakan dosen di Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Menurut Luhut, sejak kecil Jokowi selalu melaksanakan salat Jumat bersama-sama dengan politisi PKS tersebut, karena rumah Joko wi dan Abdul tidak berada jauh dari masjid tempat biasa salat Jumat.

"Makanya aneh meragukan keislaman presiden," ucap Luhut.

Demikian juga soal tudingan keterlibatan mantan Gubernur DKI Jakarta itu dengan partai terlarang PKI, Luhut menilai tuduhan itu lebih tidak masuk akal lagi.

Dijelaskan Luhut, Jokowi lahir di Surakarta pada 21 Juni 1961. Artinya, saat peristiwa 1965, Jokowi baru berusia empat tahun.

"Jadi, rakyat jangan dibodohi dengan informasi tak benar. Saya berani ngomong tentang itu, Indonesia justru beruntung ada Presiden Jokowi. Berani mengambil risiko, bertanggung jawab dan punya visi ke depan," tegas Luhut.

Presiden Joko Widodo alias Jokowi sebelumnya mengungkapkan kejengkelannya saat berbicara pada acara relawan Galang Kemajuan (GK) di Puri Begawan, Bogor, Jabar, Sabtu (7/4) kemarin.

"Saya belum lahir sudah jejeran sama Aidit (tokoh PKI) coba. Ini isu-isu apa-apaan ini, nggak beradab seperti itu," ; kata Jokowi.

(aim/JPC)

#luhut binsar pandjaitan #lbp #abdul kharis almasyhari #sahabat kecil jokowi #keislaman jokowi loading...Sumber: Jawa Pos | Obor Rakyat Indonesia

thumbnail

Posted by On April 17, 2018

Gerakan #2019GantiPresiden Jadi Viral, PKS: Pak Jokowi aja Santai

sohibul iman

Presiden PKS Sohibul Iman menilai munculnya gerakan #2019GantiPresiden yang mendadak viral merupakan hal yang biasa dalam sebuah demokrasi. (JawaPos.com)

JawaPos.com - Media sosial kembali menjadi wadah untuk berdemokrasi. Beberapa hari belakangan, tagline tanda pagar #2019GantiPresiden mendadak viral. Bahkan, di Twitter, hastag tersebut sempat menjadi trending topic.

Terkait hal itu, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman mengaku senang karena Presiden Joko Widodo (Jokowi) menanggapi santai adanya gerakan tersebut. Menurut nya, gerakan ganti presiden adalah normal dalam demokrasi.

"Beliau (Jokowi) kan mengatakan 'masa dengan kaos bisa ganti presiden?' Itu adalah sebuah tanggapan yang rileks, saya kira bagus karena gerakan ganti presiden itu adalah gerakan yang normal dalam demokrasi, bukan sebuah kejahatan," ujar Sohibul saat ditemui di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Minggu (8/4).

#2019GantiPresiden

Kaos #2019GantiPresiden sudah marak diperjualbelikan di lapak-lapak. Gerakan ini juga mendadak viral di sosmed dan sempat menjadi trending topic. (ist/JawaPos.com)

Dia pun heran para pendukung Jokowi yang justru terlihat berlebihan dalam merespons viralnya gerakan tersebut. "Kenapa ada sebagian pendukung Pak Jokowi yang merespons berlebihan, Pak Jokowi aja santai," tandasnya.

Sohibul menuturkan, gerakan ganti presiden walaupun belum jelas asal muasalnya, bisa disambut oleh masyarakat yang begitu luas. Sampai-sampai sekarang dimanfaatkan untuk berjualan berbagai macam marchendise seperti kaos, gelang, dan aksesori lainnya.

"Saya kira ini berarti masyarakat denyutnya menginginkan adanya perubahan. Nah untuk itu sikap bijak dari presiden adalah harus bisa membaca itu artinya ada ketidakpuasan dari Pak Jokowi," ungkap dia.

Lebih lanjut, dirinya yakin gerakan ganti presiden sama saja dengan gerakan untuk mendukung Jokowi maju kembali dalam Pilpres 2019 mendatang.

"Jadi enggaj ada hal-hal yang istimewa lah. Gerakan ganti presiden itu sama dengan gerakan Jokowi dua periode. Enggak ada bedanya, ini sama aja," pungkasnya.

(yes/JPC)

#gerakan #2019gantipresiden #presiden pks #sohibul iman #pendukung jokowi marah #pendukung prabowo #gerakan jokowi dua periode loading...Sumber: Jawa Pos | Obor Rakyat Indonesia

thumbnail

Posted by On April 17, 2018

Ngaku Sering Curhat, Ini Reaksi Sohibul soal Prabowo Ketemu Luhut

Presiden PKS Sohibul Iman

Presiden PKS Sohibul Iman saat berdialog dengan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Keduanya kini sangat akrab dan sudah seperti sahabat dekat. (dok.pks)

JawaPos.com - Presiden PKS Sohibul Iman menanggapi positif terkait pertemuan yang dilakukan oleh Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan. Menurutnya, itu merupakan hal yang biasa dalam demokrasi.

"Positif, bagus. Semua partai, semua tokoh dalam demokrasi itu wajib komunikasi dengan siapa saja ," ujarnya saat ditemui di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Minggu (8/4).

Tak hanya Prabowo, Sohibul juga mengaku sering menjalin komunikasi dengan partai atau tokoh lainnya. Sebab, menurutnya, kedekatan PKS dan Gerindra tidak mewajibkan salah satu pihak harus melapor jika mengadakan pertemuan.

Prabowo Subianto

Ketua Umum DPP Gerindra Prabowo Subianto saat berada di kediamannya. (JawaPos.com)

Lagi pula, lanjut Sohibul, kedua belah pihak akan saling bertukar cerita usai mengadakan pertemuan. Hal itu dianggap wajar karena PKS dan Gerindra sudah diibaratkan sebagai sahabat.

"Biasanya Pak Prabowo suka cerita, kemarin saya bertemu dengan Pak Luhut misalnya, kemudian cerita soal isi dari pertemuan itu. Kami juga begitu, kalau kami ketemu misalnya Ketua Majelis Syuro ketemu dengan Pak Jokowi, itu selalu diceritakan ke Pak Prabowo," tutur Sohibul.

Sohibul mengaku tak ingin kebebasan politiknya terganggu apabila harus saling lapor setiap ada pertemuan. "Jangan setiap ada pertemuan lapor, ngasih tahu. Itu, aduh, demokrasi apaan, biasa saja, bebas," imbuh dia.

Namun begitu, sampai sekarang Sohibul belum mendapatkan cerita dari Prabowo perihal pertemuannya dengan Luhut. Rencananya, pekan depan dia akan melakukan pertemuan dengan Prabowo.

"Belum ada pertemuan, ya mudah-mudahan di pekan besok ya kami bisa bertemu karena kebetulan Ustad Salim ya beliau sedang di luar negeri baru pulang nanti malam," pungkasnya.

Diketahui, Prabowo dan Luhut terlihat bertemu di sebuah restoran Jepang di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, pada Jumat (6/4). Dalam pertemuan itu, menurut Luhut, Prabowo Subianto justru sedang mempersiapkan diri untuk ikut kembali dalam kon testasi Pilpres 2019 mendatang.

"Dia (Prabowo) lagi mempersiapkan ‎dirinya untuk maju," ungkap Luhut saat perhelatan Orientasi Fungsionaris Partai Golkar, di Hotel Red Top, Jakarta, Sabtu (7/4) malam.

(yes/JPC)

#presiden pks sohiul iman #sohibul dan prabowo saling curhat #prabowo ketemu luhut binsar panjaitan #pilpres 2019 #capres gerindra #jokowi loading...Sumber: Jawa Pos | Obor Rakyat Indonesia

thumbnail

Posted by On April 17, 2018

Presiden PKS: Sudah Pasti Capresnya dari Gerindra

Sohibul Iman

Presiden PKS Sohibul Iman mengeaskan partainya kecil kemungkinan bakal ada di gerbong Jokowi. Karena itu ia menunggu keputusan deklarasi dari Gerindra. (JawaPos.com)

JawaPos.com - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman belum bisa memastikan siapa yang akan diusungnya menjadi calon wakil presiden pada Pilpres 2019 mendatang. Pihaknya masih menunggu deklarasi calon presiden dari partai lainnya.

"Harus ada capresnya dulu dong baru cawapres. Jika udah cawapres, nanti ditanya ini kamu cawapresnya siapa? Enggak jelas kan. Makanya capresnya du lu," ujar Sohibul saat ditemui di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Minggu (8/4).

Lebih lanjut, Sohibul menyebut pilihannya tinggal jatuh kepada dua orang, yakni Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang diusung PDIP atau Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Prabowo Subianto

Ketua umum Gerindra Prabowo subianto saat berpidato di depan kadernya di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat. (JawaPos.com)

Namun begitu, PKS harus rasional dalam memilih. Menurutnya, sangat kecil kemungkinan untuk mengajukan cawapres kepada Jokowi. Pasalnya, orang nomor satu di Indonesia saat ini tersebut sudah banyak menjadi incaran partai lain.

"Kita bisa milih kita jadi cawapres mana yang paling memun gkinkan secara rasional. Sekali lagi tapi untuk ke Pak Jokowi itu sangat kecil kemungkinannya, orang sudah ngantre kayak gitu," papar Sohibul.

Sampai saat ini, PKS melalui keputusan Majelis Syuro menetapkan sembilan nama yang akan dicalonkan menjadi presiden ataupun wakil presiden. Jika dilihat dengan perhitungan politik Jokowi, Sohibul pesimis kesembilan calon yang diusung tersebut akan dipilih.

"Pak Jokowi ini sekarang sudah didukung oleh sekian partai, ada sekian calon wakil presiden. Nah kalau kami masuk di situ, boro-boro jadi capres, jadi cawapres pun kami enggak mungkin," tuturnya.

Adapun sembilan bakal calon presiden dan wakil presiden dari PKS itu antara lain, Presiden PKS Sohibul Iman, Gubernur Jawa Barat dari PKS Ahmad Heryawan, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid, Mantan Presiden PKS Anis Matta, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al'Jufrie, Mantan Presiden PKS Tifatul Sembiring, Ketua DPP PKS Al Muzammil Yusuf dan Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera.

“Kalau mau berkoalisi dari kami inilah calon dari kami. Kami tahu diri, kami 7 persen, Pak Prabowo 13 persen. Sudah pasti capresnya beliau dari Gerindra," pungkas Sohibul.

(yes/JPC)

#presiden pks #partai keadilan sejahtera #sohibul iman #cawapres prabowo #cawapres jokowi #pilpres 2019 #bursa cawapres #kolaisi pilpres 2019 loading...Sumber: Jawa Pos | Obor Rakyat Indonesia

thumbnail

Posted by On April 17, 2018

Caleg PKB Ibu Kota Wajib Jalankan Tiga Komitmen Ini

Hasbiallah Ilyas PKB

Pengurus Wilayah PKB DKI Jakarta Hasbiallah Ilyas berharap caleg PKB yang ingi maju di Ibu Kota bisa menjalankan 3 komitmen utama. (JawaPos.com)

JawaPos.com - Jelang Pemilihan Legislatif 2019, Dewan Pengurus Wilayah PKB DKI Jakarta melakukan konsolidasi Calon Legislatif (Caleg) DPRD DKI Jakarta. Agenda ini sekaligus untuk memuluskan jalan Muhaimin Iskandar sebagai Calon Wakil Presiden 2019.

Pengurus Wilayah PKB DKI Jakarta Hasbiallah Ilyas dalam pidatonya menyebutkan dikumpulkannya para caleg ini sekaligus menguatkan PKB kepada organisasi masyarakat kesukuan dan o rganisasi agama di Jakarta.

"Saat ini PKB Jakarta membuka luas kepada organisasi agama dan ormas untuk bersama-sama menjaga Marwah Nahdlatul Ulama," ujar legislator DPRD DKI Jakarta itudi Jakarta (8/4).

Menurut Hasbi, Pemilu kedepan, PKB bakal menghadapi situasi yang berat dimana kekuatan finansial yang ada di partai lain membuat Caleg PKB menjadi minder. Namun, tentunya selalu ada jalan agar bisa meningkatkan perolehan kursi di DPRD.

“Soal kekuatan finansial kerap membuat caleg PKB minder. Tentu ini menjadi tantangan kita semua. Partai lain yang tidak punya ideologi saja bisa melejit suaranya, Bagaimana PKB yang punya ideologi Ahlul Sunnah Wal Jamaah? tentu kita bisa," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Hasbi juga berharap para Caleg bisa berkomitmen dalam menjaring hati warga Jakarta untuk mengenalkan Muhaimin Iskandar sebagai Cawapres 2019.

"Saya ingin para Caleg ini memiliki komitmen di Jakarta. Sebab Ada tiga tugas yang akan dikerjakan, mengenalkan Partai, Mengenalkan dirinya sendiri dan Cak Imin sebagai Wapres 2019," tuturnya.

Saat ini sebanyak 80 persen Bakal Calon Legislatif sudah mendaftar melalui penjaringan dari Cabang-cabang Jakarta. Serta juga mengundang organisasi masyakarat, agama dan kesukuan yang ada di Jakarta.

(aim/JPC)

#pkb dki jakarta #hasbi dprd dki jakarta #cak imin #muhaimin iskandar #cawapres 2019 #pilpres 2019 #pemilu 2019 #daftar caleg pkb loading...Sumber: Jawa Pos | Obor Rakyat Indonesia

thumbnail

Posted by On April 07, 2018

Kata Pangi, Jokowi Rela Lakukan Ini Demi Keruk Suara Generasi Milenial

Jokowi

Presiden Jokowi saat berdiskusi soal moter chopper modifikasi yang dibelinya dari seorang bulider lokal. (birosetpres)

JawaPos.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai belakangan ini sedang mencoba meraih simpati dari para generasi milenial. Hal itu dilakukan untuk kepentingan Pilpres 2019 mendatang.

Menurut Direktur Eksekutif Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago, Jokowi sadar betul dengan suara kaum milenial. Karena itu Ia sedang berusaha merebut hati kaum milenial. Misalnya dengan cara Jokowi menonton film bioskop, kemudian memebli motor choper, hingga menonton konser musik anak muda.

“Anak muda atau generasi milenial ini tidak penting menanyakan apa yang sudah dicapai‎ oleh Jokowi," ujar Pangi dalam diskusi bertemakan 'Partisipasi Generasi Milenial dalam Pemilu 2019', di kawasan Senayan, Jakarta, Jumat (6/4).

Jokowi

Presiden Joko Widodo saat hadir di konser musik Synchronize di Jakarta expo, Kemayoran dan mengejutkan penonton yang hadir. (JawaPos.com)

Jokowi, dikatakan Pangi pintar melihat momen politik ini. Sehingga dia dengan lihainya memainkan strategi politik ciamik demi 'menggaet' suara kaum milenial di Pilpres 2019 nanti.

"Nah Jokowi tahu ceruk mengaet kaum milenial ini, seper ti selfie, kemudian membeli chopper, beli sepatu di mall yang memang disukai anak muda, termasuk nonton Dilan di bioskop,” katanya.

Apalagi menurut Pangi, Jokowi cukup bisa bertindak 'luwes' dan tidak berjarak dengan masyarakat. Karena itulah yang menjadi salah satu kesukaan oleh generasi milenial saat ini.

"Karena generasi milenial ini tidak suka dengan kekakuan atau hal yang berbau formalitas,” ungkapnya.

Selain itu, menurut Pangi, Jokowi juga diuntungkan dengan kondisi dimana lawat politik terberatnya yakni Prabowo yang tidak bisa beraski seluwes Jokowi.

"Nah ini yang belum dipunyai oleh calon-calon lain, Jokowi ini pintar mencari ceruk ini (mengaet kaum milenial)," pungkasnya.

Senada denga Pangi, Wakil Bendahara Umum Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), Ahmad Irawan‎ mengatakan, saat ini yang dibutuhkan oleh generasi milenial adalah calon pemimpin yang tidak berjarak, dan tidak kaku.

"Tapi itu hanya ba gian dari strategi politik saja, ada sebenarnya yang paling dibutuhkan. Karena persoalan mode atau lifestyle saja tidak cukup," ujar Ahmad Irawan.

Menurut dia, generasi milenial juga ingin melihat pemimpin ke depan mewujudkan janji-janjinya. Sebab calon presiden pada kampanye Pilpres 2019 mendatang bakal menawarkan janji-janji politiknya dalam merebut hati generasi milenial.

"Jadi yang paling penting itu adalah merealisasikan janji-janjinya," katanya.

Kemudian selain masalah janji kampanye. Generasi milenial juga akan melihat apakah progam ke depan calon presiden di 2019 mendatang akan menyentuh masyarakat bawah atau hanya segelintir orang saja.

"Jadi menjadi penting ini adalah program yang menyentuh langsung ke kepentingan publik," pungkasnya.

(gwn/JPC)

#pilpres 2019 #strategi jokowi 2019 #jokowi garap anak milenial #jokowi gaet pemuda zaman now #pilpres 2019 #voxpol pangi #prabowo subianto loading...Sumber: Jawa Pos | Obor Rakyat Indonesia