www.AlvinAdam.com


Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Informasi: Yusril Nilai Panglima TNI Tak Sedang Berpolitik saat Ungkap Pembelian Senjata

Posted by On Oktober 04, 2017

Yusril Nilai Panglima TNI Tak Sedang Berpolitik saat Ungkap Pembelian Senjata

Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra, ditemui usai menjalani sidang uji materi terkait ambang batas pencalonan presiden yang tertuang dalam Undang-Undang Pemilu. Sidang digelar di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Selasa (3/10/2017).Fachri Fachrudin Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra, ditemui usai menjalani sidang uji materi terkait ambang batas pencalonan presiden yang tertuang dalam Undang-Undang Pemilu. Sidang digelar di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Selasa (3/10/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra tidak melihat adany a unsur politik dalam pernyataan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengenai pengadaan 5.000 senjata ilegal.

"Menurut saya enggak apa-apa sih. Karena dia (Gatot Nurmantyo) kan bicara untuk kepentingan negara, bukan sebaliknya. Yang soal senjata itu," ujar Yusril saat ditemui di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Rabu (4/10/2017).

Yusril menegaskan, pada dasarnya seorang pejabat negara seperti Gatot mungkin saja berpolitik. Namun, tentu politik yang dimaksudkan bukanlah politik praktis perebutan kekuasaan, melainkan politik untuk meloloskan kebijakan negara.

"Kalau seorang Panglima TNI, kan dia bicara politiknya itu politik tentara dan politik tentara itu konstitusi. Beda dengan politikus di DPR. Karena kepentingan politik, dia bisa bicara begitu," ujar Yusril.

(Baca: 8 Kontroversi Panglima Gatot yang Dinilai Politis Versi Kontras)

Oleh sebab itu, Yusril yakin bahwa Gatot tak sedang berpolitik dalam konteks pertarungan perebutan kekuasaan saat berbicara mengenai senjata ilegal.

"Artinya memang dia bicara mengenai kepentingan negara. Jadi, tidak dalam konteks memperjuangkan kepentingan satu kelompok atau satu golongan," ujar Yusril.

Panglima TNI Gatot Nurmantyo sebelumnya menyebut adanya institusi non militer yang memesan 5000 pucuk senjata. Pernyataan Gatot disampaikan secara tertutup dalam pertemuan Panglima TNI dengan para purnawirawan, Jumat (22/9/2017).

Namun, rekaman pembicaraan tersebut bocor ke media sosial dan mendapat ralat dari Wiranto. Menurut Wiranto, BIN mendatangkan 500 pucuk senjata dari PT Pindad untuk pelatihan sekolah intelijen. Pembelian itu sudah sesuai prosedur yang berlaku.


Kompas TV Presiden meminta para menteri fokus bekerja dan menyelesaikan semua permasalahan.

Berita Terkait

Kontras: Apapun Bentuknya, Panglima TNI Tidak Bisa Bicara Politik

Panglima TNI Mengaku Berpolitik Negara, Bukan Politik Praktis

Peringati HUT ke-72 TNI, Panglima Ziarah dan Tabur Bunga di Selat Sunda

Panglima Pimpin Geladi Bersih Upacara HUT ke-72 TNI di Cilegon

Polemik Senjata, Komisi I Akan Tanyakan ke Menhan dan Panglima

Terkini Lainnya

Polri Tak Mau Ungkap Isi Pertemuan Kapolri dengan Pansus Angket KPK

Polri Tak Mau Ungkap Isi Pertemuan Kapolri dengan Pansus Angket KPK

Nasional 04/10/2017, 17:20 WIB Pria Ini Ditangkap Akibat Tak Bagikan Uang Hasil Jual Motor ke Temannya

Pria Ini Ditangkap Akibat Tak Bagikan Uang Hasil Jual Motor ke Temannya

Megapolitan 04/10/2017, 17:17 WIB Agar Pengungsi Gunung Agung Tak Harus Jual Sapi ke Tengkulak...

Agar Pengungsi Gunung Agung Tak Harus Jual Sapi ke Tengkulak... Regional 04/10/2017, 17:17 WIB BBPOM: 40 Apotek di Sulawesi Selatan Menjual Obat Ilegal

BBPOM: 40 Apotek di Sulawesi Selatan Menjual Obat Ilegal

Regional 04/10/2017, 17:15 WIB Jelang Serangan di Las Vegas, Paddock Kirim 100.000 Dollar ke Filipina

Jelang Serangan di Las Vegas, Paddock Kirim 100.000 Dollar ke Filipina

Internasional 04/10/2017, 17:12 WIB  Tsamara Amany Pastikan 'Nyaleg' lewat PSI Gratis Tanpa Mahar

Tsamara Amany Pastikan "Nyaleg" lewat PSI Gratis Tanpa Mahar

Regional 04/10/2017, 17:05 WIB Dorong Imunisasi MR, Dinkes DKI Akan Datangi Apartemen hingga Mal

Dorong Imunisasi MR, Dinkes DKI Akan Datangi Apartemen hingga Mal

Megapolitan 04/10/2017, 16:57 WIB Kewenangan Bawaslu Diskualifikasi Pasangan Calon Permudah KPU

Kewenangan Bawaslu Diskualifikasi Pasangan Calon Permudah KPU

Nasional 04/10/2017, 16:57 WIB Sidang Alfian Tanjung, Kuasa Hukum Minta Hakim Tolak Dakwaan JPU

Sidang Alfian Tanjung, Kuasa Hukum Minta Hakim Tolak Dakwaan JPU

Regional 04/10/2017, 16:55 WIB

Ridwan Kamil dan Dedi Mulyadi Masuk Radar Dukungan PSI

Regional 04/10/2017, 16:55 WIB Wali Kota Bandingkan Kali Bekasi dengan Sungai di Ukraina

Wali Kota Bandingkan Kali Bekasi dengan Sungai di Ukraina

Megapolitan 04/10/2017, 16:54 WIB Ini Penyebab Robohnya Tembok di Mapolda Metro Jaya

Ini Penyebab Robohnya Tembok di Mapolda Metro Jaya

Megapolitan 04/10/2017, 16:52 WIB Petugas Dishub Dipukuli Saat Razia Parkir Liar di Rawamangun

Petugas Dishub Dipukuli Saat Razia Parkir Liar di Rawamangun

Megapolitan 04/10/2017, 16:48 WIB 57 Desa di Kendal Kumuh

57 Desa di Kendal Kumuh

Regional 04/10/2017, 16:45 WIB Jokowi: Hati-hati Kepala Desanya Ditangkap, Saya Enggak Nakut-Nakuti

Jokowi: Hati-hati Kepala Desanya Ditangkap, Saya Enggak Nakut-Nakuti

Nasional 04/10/2017, 16:44 WIB Load MoreSumber: Google News

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »