www.AlvinAdam.com


Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Informasi: Pakar Keamanan AS: Pembantaian di Las Vegas Tak Bisa Dicegah

Posted by On Oktober 02, 2017

Pakar Keamanan AS: Pembantaian di Las Vegas Tak Bisa Dicegah

Selasa 03 Oktober 2017, 12:08 WIB Pakar Keamanan AS: Pembantaian di Las Vegas Tak Bisa Dicegah Rita Uli Hutapea - detikNews Pakar Keamanan AS: Pembantaian di Las Vegas Tak Bisa DicegahFoto: AFP FOKUS BERITA: Penembakan Las Vegas Las Vegas - Penembakan brutal di konser di Las Vegas, Amerika Serikat memicu perdebatan mengenai langkah-langkah keamanan di hotel-hotel dan tempat-tempat terbuka. Namun menurut para pakar keamanan AS, tak ada yang bisa dilakukan untuk mencegah pembantaian di konser dekat hotel Madalay Bay Resort and Casino pada Minggu (1/10) malam waktu setempat.
"Ini insiden yang tak bisa dicegah, titik," ; kata Patrick Brosnan, mantan detektif Kepolisian New York yang kini mengelola sebuah firma keamanan swasta, Brosnan Risk Consultants.
Dikatakannya, tantangan ada pada sulitnya menerapkan kebijakan keras di tempat-tempat dan acara-acara yang bersifat santai dan menyenangkan, seperti festival musik dan sulitnya mencegah seorang pelaku melakukan pertumpahan darah.
Brosnan dan pakar-pakar keamanan lainnya mengatakan kepada AFP, Selasa (3/10/2017), penembakan di festival musik yang menewaskan 59 orang dan melukai lebih dari 500 orang tersebut, menekankan sulitnya bagi aparat keamanan untuk tetap lebih maju selangkah dari orang yang merencanakan serangan-serangan tersebut.
"Bagian ironis dari hal ini adalah bahwa keamanan di Vegas sebenarnya sangat baik, namun dengan pikiran kreatif setengah jalan dan sarana untuk melakukan sesuatu di negara bebas, itu menyebabkan masalah seperti ini," kata Tegan Broadwater, direktur Tactical Systems Network, sebuah firma konsultasi keamanan di Texas.
Dikatakannya, Paddock kemungkinan sangat mudah membawa belasan senjata api dan amunisi ke dalam kamar hotelnya dikarenakan langkah-langkah keamanan yang relatif longgar di hotel-hotel.
"Sebenarnya sangat mudah bagi seseorang untuk masuk ke sebuah hotel di hari apapun dengan jenis persenjataan seperti itu, karena hotel-hotel biasanya tidak memeriksa jenis bagasi yang dibawa masuk," tutur Broadwater. "Anda biasanya memanggil seorang pegawai hotel, Anda taruh barang-barang Anda dan mendorongnya ke kamar Anda," imbuhnya.
Perubahan drastis langkah keamanan di hotel-hotel di Las Vegas -- sebuah pusat judi yang menarik sekitar 43 juta pengunjung per tahun -- tak mungkin diterapkan karena dikhawatirkan akan mengurangi jumlah wisatawan.
Namun menurut Brosnan, hotel-hotel di Las Vegas harus mengadopsi protokol keamanan yang ketat, yang mencakup pemeriksaan menggunakan logam detektor dan penggeledahan barang-barang bawaan para t amu. Meski diakuinya, hal itu bisa berdampak pada industri pariwisata di Las Vegas.
"Hotel-hotel dan kasino harus menemukan keseimbangan antara keamanan dan tetap menjadi tempat yang ramah," ujar Jason Porter, wakil presiden Pinkerton, sebuah perusahaan jasa manajemen risiko.
Richard Frankel, mantan agen FBI mengatakan bahwa penembakan brutal Las Vegas tersebut kemungkinan akan memicu peninjauan ulang langkah-langkah keamanan di acara-acara yang digelar di tempat terbuka.
Dikatakannya, protokol baru bisa mencakup menempatkan para penembak jitu di atap-atap gedung sekitar dan menggunakan helikopter dan drone selama acara berlangsung.
Namun langkah apapun yang dilakukan, tak mungkin untuk mencegah semua serangan di dunia. "Tak ada cara nyata untuk mencegah yang tak bisa dicegah," tutur Brosnan. "Jika Anda meningkatkan keamanan di hotel-hotel, seorang penyerang akan pergi ke taman atau tempat berbeda seperti pertandingan hockey," imbuhnya.
(ita/ita)Sumber: Google News

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »