Informasi: Istana: Pemerintah Tak Mau Iklim Ekonomi Terganggu Riuh Politik

Istana: Pemerintah Tak Mau Iklim Ekonomi Terganggu Riuh Politik Istana: Pemerintah Tak Mau Iklim Ekonomi Terganggu Riuh Politik ...

Istana: Pemerintah Tak Mau Iklim Ekonomi Terganggu Riuh Politik

Istana: Pemerintah Tak Mau Iklim Ekonomi Terganggu Riuh Politik Reporter:

Aditya Budiman

Editor:

Rina Widiastuti

Senin, 2 Oktober 2017 18:05 WIB
Istana: Pemerintah Tak Mau Iklim Ekonomi Terganggu Riuh Politik

Presiden Joko Widodo (kanan) menyampaikan arahan saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna tentang RAPBN 2018 di Istana Negara, Jakarta, 24 Juli 2017. ANTARA FOTO

TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Kabinet Pramono Anung meminta pernyataan Presiden Joko Widodo di Sidang Kabinet Paripurna tidak ditafsirkan lain. M enurut dia, pernyataan Jokowi itu sudah jelas dan terang.

Pramono mengatakan pemerintah saat ini tengah fokus mengejar pertumbuhan ekonomi. "Konsentrasi pemerintah bekerja, terutama di bidang ekonomi," kata dia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 2 Oktober 2017.

Baca: Jokowi kepada Menteri: Jangan Bikin Gaduh

Ia pun memaparkan beberapa pencapaian pemerintah setelah program paket kebijakan ekonomi diluncurkan. Salah satunya adalah peringkat kemudahan dalam berusaha (ease of doing business) Indonesia yang membaik. Lalu pencapaian laporan keuangan
kementerian/lembaga dan pemerintah daerah yang banyak meraih opini wajar tanpa pengecualian. Presiden, ucap Pramono, tidak ingin pencapaian positif itu terganggu oleh pernyataan pimpinan lembaga yang kontroversial.

Presiden Joko Widodo secara terang-terangan meminta kepada para pembantunya agar tidak membuat kegaduhan. Hal itu ia sampaikan saat membuka Sida ng Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin, 2 Oktober 2017.

Kepada para menteri, Jokowi mengatakan, tahun depan merupakan momen politik karena ada sejumlah agenda pemilihan kepala daerah dan tahapan pemilihan calon presiden dan wakil presiden. Oleh sebab itu, Jokowi memperintahkan kementerian dan lembaga tidak melakukan kegaduhan. "Jangan melakukan hal-hal yang menimbulkan kontroversi. Kita bekerja saja, sudah," ucap presiden.

Baca juga: Jokowi Janjikan Beasiwa untuk 10 Orang Bersekolah di Bidang Kopi

Pramono menambahkan sebenarnya bukan hanya sektor ekonomi yang menjadi perhatian pemerintah tahun depan. Perhelatan Asian Games pun mesti mendapat perhatian. Politikus asal PDI Perjuangan itu menilai ada agenda besar lainnya di luar tahapan pemilihan umum. Oleh sebab itu, lanjut dia, bila ada persoalan di internal pemerintahan harus dikelola.

"Kalau ada perbedaan diselesaikan dalam rapat terbatas. I tu yang jadi arahan Presiden," kata Pramono.

Terkait
  • Ribuan Petani Dikabarkan Datangi Istana Tuntut Reforma Agraria

    Ribuan Petani Dikabarkan Datangi Istana Tuntut Reforma Agraria

    7 hari lalu
  • Jokowi Bakal Pimpin Karnaval Kemerdekaan di Bandung  

    Jokowi Bakal Pimpin Karnaval Kemerdekaan di Bandung

    37 hari lalu
  • Kekhawatiran Istana Jika Grup Saracen Tidak Diberantas Habis  

    Kekhawatiran Istana Jika Grup Saracen Tidak Diberantas Habis

    39 hari lalu
  • Alasan Istri dan Ibu Novel Baswedan Ingin Ketemu Jokowi di Istana  

    Alasan Istri dan Ibu Novel Baswedan Ingin Ketemu Jokowi di Istana

    42 hari lalu
  • Rekomendasi
  • Setya Novanto Keluhkan Keseimbangannya dan Akan Periksa THT

    Setya Novanto Keluhkan Keseimbangannya dan Akan Periksa THT

    4 jam lalu
  • Kisruh Senjata Polri, Eks Kepala Bais: Tunggu Selesai Diperiksa

    Kisruh Senjata Polri, Eks Kepala Bais: Tunggu Selesai Diperiksa

    4 jam lalu
  • MA Periksa Kemungkinan Ada Sesuatu di Balik Putusan Hakim Cepi

    MA Periksa Kemungkinan Ada Sesuatu di Balik Putusan Hakim Cepi

    7 jam lalu
  • Begini Jawaban Panglima TNI saat Ditanya Soal Senjata Impor Polri

    Begini Jawaban Panglima TNI saat Ditanya Soal Senjata Impor Polri

    11 jam lalu
  • terpopuler
  • 1

    Begini Jawaban Panglima TNI saat Ditanya Soal Senjata Impor Polri

  • 2

    Disebut Pengkhianat, Amien Rais: Omongan Pak Try Sutrisno Ngawur

  • 3

    MA Periksa Kemungkinan Ada Sesuatu di Balik Putusan Hakim Cepi

  • 4

    Polisi: Senjata Impor untuk Digunakan di Wilayah Rawan Konflik

  • 5

    Mengintip Kantor PT Mustika Dutamas, Pengimpor Senjata Brimob

  • Fokus
  • Selain Cepi Iskandar, Ini 4 Hakim yang Kabulkan Praperadilan

    Selain Cepi Iskandar, Ini 4 Hakim yang Kabulkan Praperadilan

  • Jenderal Gatot dan Tabir Pembelian Senjata Brimob

    Jenderal Gatot dan Tabir Pembelian Senjata Brimob

  • KPK Pastikan Ada Bukti Baru Penjerat Setya Novanto

    KPK Pastikan Ada Bukti Baru Penjerat Setya Novanto

  • Cerita 7 Orang Tewas Keracunan Gas Limbah Kardus di Bogor

    Cerita 7 Orang Tewas Keracunan Gas Limbah Kardus di Bogor

  • Terkini
  • Ketua KPK Masih Bungkam Soal Penggeledaha   n di Konawe Utara

    Ketua KPK Masih Bungkam Soal Penggeledahan di Konawe Utara

    10 menit lalu
  • Vicky Shu Diperiksa 4 Jam Terkait Kasus First Travel

    Vicky Shu Diperiksa 4 Jam Terkait Kasus First Travel

    23 menit lalu
  • Istana: Pemerintah Tak Mau Iklim Ekonomi Terganggu Riuh Politik

    Istana: Pemerintah Tak Mau Iklim Ekonomi Terganggu Riuh Politik

    37 menit lalu
  • Pengurus Golkar Daerah Berharap Elektabilitas Partai Bisa Naik

    Pe ngurus Golkar Daerah Berharap Elektabilitas Partai Bisa Naik

    49 menit lalu
  • Menaker: Lestarikan Batik, Selamatkan Jutaan Tenaga Kerja

    Menaker: Lestarikan Batik, Selamatkan Jutaan Tenaga Kerja

    49 menit lalu
  • Hakim Pertanyakan Keberadaan Andi Narogong di Ruang Fraksi Golkar

    Hakim Pertanyakan Keberadaan Andi Narogong di Ruang Fraksi Golkar

    56 menit lalu
  • Wiranto Panggil Kapolri dan Panglima TNI Bahas Senjata Brimob

    Wiranto Panggil Kapolr i dan Panglima TNI Bahas Senjata Brimob

    1 jam lalu
  • Bareskrim Polri Bakal Panggil Paksa Bendahara Saracen

    Bareskrim Polri Bakal Panggil Paksa Bendahara Saracen

    1 jam lalu
  • Setya Novanto Jadi Bahan Meme, Ini Tanggapan Golkar

    Setya Novanto Jadi Bahan Meme, Ini Tanggapan Golkar

    1 jam lalu
  • Survei: 32,4 Persen Responden Menyebut Ekonomi Era SBY Lebih Baik

    Survei: 32,4 Persen Responden Menyebut Ekonomi Era SBY Lebih Baik

    1 jam lalu
  • Selengkapnya Grafis

    Hasil Tangkapan KPK Didominasi Koruptor Pilihan Rakyat

    Sejak 2004 hingga kini, KPK menangani 690 kasus yang sebagian besar pelakunya adalah produk pemilihan umum.

    Sumber: Google News

    COMMENTS

    Nama

    Berita,163,Budaya,10,Ekonomi,19,Hankam,5,Informasi,9,Kesehatan,3,Olahraga,159,Opini,61,Pendidikan,23,Politik,1943,Sosial,3,Teknologi,160,Tokoh,5,
    ltr
    item
    Obor Rakyat: Informasi: Istana: Pemerintah Tak Mau Iklim Ekonomi Terganggu Riuh Politik
    Informasi: Istana: Pemerintah Tak Mau Iklim Ekonomi Terganggu Riuh Politik
    https://cdn.tmpo.co/data/2017/07/24/id_626172/626172_620.jpg
    Obor Rakyat
    http://www.oborrakyat.com/2017/10/informasi-istana-pemerintah-tak-mau.html
    http://www.oborrakyat.com/
    http://www.oborrakyat.com/
    http://www.oborrakyat.com/2017/10/informasi-istana-pemerintah-tak-mau.html
    true
    8492057078391058769
    UTF-8
    Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy