www.AlvinAdam.com


Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Informasi: Daftar serangan Yorrys ke Setnov yang berujung pencopotan

Posted by On Oktober 03, 2017

Daftar serangan Yorrys ke Setnov yang berujung pencopotan

KAPANLAGI NETWORK

  • MERDEKA
  • KAPANLAGI
  • BOLA.NET
  • VEMALE
  • FIMELA
  • DREAM.CO.ID
  • BRILIO.NET
  • PERGI.COM
  • OTOSIA
  • STORIBRITI
MORE Merdeka > Politik Daftar serangan Yorrys ke Setnov yang berujung pencopotan Rabu, 4 Oktober 2017 07:04 Reporter : Raynaldo Ghiffari L ubabah Yorrys bertemu JK. ©2017 Merdeka.com/sania

Merdeka.com - Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Partai Golkar Yorrys Raweyai lantang mengkritik Setya Novanto. Setelah sang ketua umum menjadi tersangka korupsi e-KTP, Yorrys kencang menyuarakan pelengseran.
Saat mega korupsi merugikan negara Rp 2,3 triliun, Yorrys memberikan bocoran. Menurutnya, Setya tak lama lagi dijadikan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ucapan Yorrys terbukti.
"Ketua umum hampir pasti jadi tersangka. Kita harus pahami sekarang sudah pencekalan. Golkar ambil sikap proaktif untuk selesaikan ini demi partai," tegas di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (24/4).
Setelah Setnov berstatus tersangka, Yorrys menyambangi rumah dinas Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (19/7). Menurut Yorrys, kedatangannya untuk meminta arahan atas apa yang terjadi di internal partainya.
"Untuk itu mohon kira-kira ada arahan atau harapan tentunya dalam rangka proses penyelesaian ke depannya ini. Karena beliau adalah tokoh senior kita dan Wapres apalagi pernah menjadi ketua umum," kata Yorrys di lokasi, Rabu (19/7) malam.
Bersama kubu kontra Setnov dibentuk tim pengkajian pada 13 September. Yorrys sebagai komandannya. Tim ini bekerja saat Novanto terbaring di rumah sakit.
Tim Pengkajian memiliki waktu 10 hari untuk melihat elektabilitas Golkar jelang Pemilu 2019. Hasilnya, elektabilitas Golkar merosot, hal ini diyakini karena keterlibatan Novanto dalam kasus e-KTP. Tim pun merekomendasikan Novanto nonaktif.
Tim menyatakan elektabilitas Golkar merosot. Litbang Kompas menyatakan elektabilitas Golkar hanya 7,1 persen, SMRC 9 persen, LSI 10 persen. Tim Pengkajian juga mene liti sebab akibat dari merosotnya elektabilitas Golkar.
"Kenapa sampai menurun, itu berbagai macam faktor ada pertama dukungan kepada Ahok, dampak dari Ahok 23 persen. Kemudian kedua penyelidikan e-KTP, tidak hanya khusus Novanto, dampaknya 49,7 persen," jelas Yorrys saat dihubungi merdeka.com, Rabu (27/9) lalu.
Yorrys pun sempat mengkritisi foto Setnov di rumah sakit yang tersebar di media sosial. Foto memperlihatkan Setnov terbaring dengan dipasang alat kesehatan. Dia melihat kejanggalan dalam foto tersebut. Salah satunya gambar monitor yang tidak pada umumnya.
"Ya anda bisa lihat saja kan, berarti gini, monitornya tidak berfungsi kan," kata Yorrys usai Rakornis II Partai Golkar di menara Peninsula, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (28/9).
Menurutnya, biasanya bila orang sakit dan dipasang oksigen serta alat lainnya, monitor akan merekam denyut jantung. Namun pada foto Setya Novanto justru memperlihatkan seolah alat itu tak berfungsi.
"And a kalau dipasang alat, selang, atau oksigen, kemudian ada monitor, biasanya kalau sakit itu muncul (tanda denyut jantung), nah ini kan enggak ada," ujarnya.
Setnov terbaring di tempat tidur menggunakan kaos putih dan ditutupi selimut cokelat. Alat bantu pernafasan dan infus terlihat terpasang di hidung dan lengannya. Sejumlah peralatan medis hingga elektrokardiograf atau alat ukur detak jantung nampak terlihat di sisi kiri ranjang Setnov tiduri.
Berbagai serangan Yorrys berbuntut pencopotan. "Beliau diganti sejak kemarin sore, surat ditandatangani langsung oleh ketua umum dan sekjen," kata Ketua DPP Golkar bidang pemenangan pemilu wilayah Indonesia Timur, Aziz Samual saat dihubungi merdeka.com, Selasa (3/10).
Aziz menilai, Yorrys dianggap telah melakukan banyak persoalan yang membuat internal Golkar gaduh. Sehingga, posisinya sebagai Koordinator bidang Polhukam digantikan oleh Letjen (purn) Eko Widyatmoko.
"Alasannya Pak Yorrys sudah buat masalah , tidak sesuai aturan Partai Golkar, melebihi kewajaran, diputuskan untuk diganti yang gantikan Letjen (purn) Eko Widyatmoko," kata Aziz.
Yorrys mengaku sampai saat ini belum tahu atas keputusan tersebut. "Ya kalau sekarang ini, kita sendiri mau dengar info atau bagaimana. Saya sendiri tidak tahu," kata Yorrys saat dihubungi, Selasa (3/10).
Yorrys hanya mengingatkan, pencopotan kader dari struktur partai seharusnya mengikuti aturan yang berlaku. Sehingga partai tidak bisa asal memecat atau mencopot kader.
"Iya dong, masa main pecat-pecat, emang perusahaan," kata dia. [did]

Topik berita Terkait:
  1. Partai Golkar
  2. Korupsi E KTP
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Rekomendasi

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.


Sumber: Google News

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »