Informasi: Berita Populer: Akhir Kebohongan Dwi Hartanto dan Aditya Moha Menyuap Demi Ibu

Berita Populer: Akhir Kebohongan Dwi Hartanto dan Aditya Moha Menyuap Demi Ibu tudelft.nl Profil Dwi Hartanto yang ditemukan di halaman web ...

Berita Populer: Akhir Kebohongan Dwi Hartanto dan Aditya Moha Menyuap Demi Ibu

Profil Dwi Hartanto yang ditemukan di halaman web tudelft.nl.tudelft.nl Profil Dwi Hartanto yang ditemukan di halaman web tudelft.nl.

PALMERAH, KOMPAS.com - Dwi Hartanto, ilmuwan Indonesia yang sedang kuliah di Universitas Teknik Delft, Belanda, akhirnya mengakhiri kebohongannya terkait berbagai prestasi yang pernah ia klaim. Pria yang sempat dijuluki "The Next Habibie" ini ternyata menciptakan beberapa kebohongan terkait prestasinya.

Berita terkait Dwi Hartanto ini mengejutkan seantero negeri ini. Ada pula berita terkait seorang dokter yang enggan membayar uang parkir Rp 5.000 hanya g ara-gara merasa tak perlu membayar uang parkir karena mobil yang ia bawa berpelat TNI, padahal ia sendiri bukan anggota TNI.

Bagi Anda yang tak sempat mengikuti perkembangan pemberitaan kemarin, jangan lewatkan 5 berita populer pilihan redaksi berikut ini. Update informasi Anda dengan berita pilihan Kompas.com berikut ini, jangan sampai belum pernah membaca sebelumnya.


1. Dwi Hartanto, "The Next Habibie", Akhiri Kebohongan Besarnya

Akhir tahun 2016 silam, tepatnya 17-24 Desember 2016, lebih dari 40 orang peneliti diaspora yang mengajar dan meneliti di berbagai negera datang ke acara Visiting World Class Professor.

Acara itu diselenggarakan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi bekerjasama dengan Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional.

Salah satu peserta adalah Dwi Hartanto. Ia juga disebut sebagai Ć¢€œPenerus HabibieĆ¢€, Presiden Ke-3 Indonesia dan tokoh besar dalam bidang teknol ogi. Tapi ternyata semua yang dikatakan Dwi dalam berbagai kesempatan cuma klaim.

Melalui klarifikasi dan permohonan maaf yang diunggah di situs Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Delft, Dwimemberikan klarifikasi soal sejumlah klaimnya.

Ia mengatakan, ia bukan lulusan Tokyo University, tetapi Institut Sains dan Teknologi AKPRIND Yogyakarta dengan Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri.

Baca selengkapnya di sini.

2. Penganiaya Petugas Parkir Anggap Mobil Berpelat TNI Tak Bayar Parkir

Tersangka pelaku penganiayaan terhadap seorang petugas parkir di Mal Gandaria City di Jakarta Selatan menganggap mobil berpelat TNI tidak perlu membayar parkir. Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Iwan Kurniawan menyatakan, anggapan itulah yang membuat tersangka yang diketahui bernama Anwari itu cekcok dengan petugas parkir hingga berujung penganiayaan.

"Yang bersangkutan merasa kalau menggunakan mobil di nas berpelat TNI tidak perlu membayar parkir. Karena yang bersangkutan memiliki pengetahuan jika itu ada Perda-nya," kata Iwan di Mapolsek Metro Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Minggu (8/10/2017).

Mobil berpelat TNI yang digunakan Anwari saat kejadian adalah mobil dinas istrinya. Istri Anwari merupakan seorang dokter di RSPAD Gatot Soebroto.

Seperti istrinya, Anwari juga berprofesi sebagai dokter dan pernah bertugas di RSPAD.

Baca selengkapnya di sini.

Baca juga: Takut Ditembak, Petugas Parkir Bersujud di Kaki Pelaku Penganiayaan

3. Demi Ibu, Politisi Golkar Suap Kepala Pengadilan Tinggi Manado

Anggota DPR Komisi XI dari Fraksi Partai Golkar Aditya Moha (tengah) berjalan keluar menggunakan rompi tahanan usai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Minggu (8/10) dini hari. KPK melakukan penahanan usai operasi tangkap tangan    (OTT) terhadap Ketua Pengadilan Tinggi Manado Sudiwardono dan Anggota DPR Komisi XI dari Fraksi Partai Golkar Aditya Moha atas kasus dugaan suap hakim untuk mengamankan putusan banding Marlina Moha yang merupakan ibu dari Aditya Moha. ANTARA FOTO/Rosa Panggabean/wsj/17.ANTARA FOTO/Rosa Panggabean Anggota DPR Komisi XI dari Fraksi Partai Golkar Aditya Moha (tengah) berjalan keluar menggunakan rompi tahanan usai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Minggu (8/10) dini hari. KPK melakukan penahanan usai operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Ketua Pengadilan Tinggi Manado Sudiwardono dan Anggota DPR Komisi XI dari Fraksi Partai Golkar Aditya Moha atas kasus dugaan suap hakim untuk mengamankan putusan banding Marlina Moha yang merupakan ibu dari Aditya Moha. ANTARA FOTO/Rosa Panggabean/wsj/17.Anggota DPR RI Komisi XI Aditya Anugrah Moha bersama dengan Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Manado, Sulawesi Utara, Sudiwardono ditetapkan sebagai tersangka kasus suap.

Suap diduga telah diberikan Ad itya kepada Sudiwardono untuk mempengaruhi putusan banding atas kasus korupsi Tunjangan Pendapatan Aparat Pemerintah Desa (TPAPD) Kabupaten Boolang Mongondow. Terdakwa dalam kasus itu adalah Marlina Moha Siahaan yang merupakan mantan Bupati Boolang Mongondow dua periode 2001-2006 dan 2006-2011. Marlina merupakan ibu dari Aditya.

Politisi muda Golkar itu mengakui, dia menyuap Sudiwardono yang juga Ketua Majelis Hakim yang mengadili perkara Marlina Moha Siahaan demi membebaskan sang ibu dari kasus itu.

"Saya berjuang, saya berusaha maksimal demi nama baik seorang ibu," kata Aditya di Gedung KPK, Jakarta, Minggu (8/10/2017) dini hari.

Baca selanjutnya di sini.

Baca juga: Suap kepada Ketua Pengadilan Tinggi Manado untuk Dua Kepentingan

4. Lagi, Soekarno-Hatta Duduk di Peringkat 7 Bandara Paling Terkoneksi di Dunia

P   apan petunjuk di Terminal 3 Ultimate, Bandara Internasional Soekarni-Hatta tertulis dalam 5 bahasa untuk memudahkan penumpang, Kamis (27/04/2017).KOMPAS.COM/Alek Kurniawan Papan petunjuk di Terminal 3 Ultimate, Bandara Internasional Soekarni-Hatta tertulis dalam 5 bahasa untuk memudahkan penumpang, Kamis (27/04/2017).Bandara Internasional Soekarno-Hatta kembali menempati peringkat ke-7 dunia bandara paling terkoneksi berdasarkan data Top 50 Megahubs International Index 2017.

Indeks tersebut dirilis oleh perusahaan yang berbasis di UK, Air Travel Intelligence dengan menggunakan basis data international seat capacity sejak Juli 2016 hingga Juli 2017.

Bandara Internasional Soekarno-Hatta mendapat nilai indeks konektivitas 256 atau hanya terpaut 1 poin dari Bandara Internasional Changi, Singapura, yang meraih nilai 257.

Nilai indeks itu menggambarkan bahwa di Bandara Internasional Soekarno-Hatta terdapat sekitar 35.000 kemungkinan konektivitas internasional dalam 1 h ari.

Baca selengkapnya di sini.

5. Jangan Salah, Manusia Prasejarah Sudah Paham Bahaya Perkawinan Sedarah

Salah satu makam Sunghir, RusiaWikipedia Salah satu makam Sunghir, RusiaManusia prasejarah ternyata sudah memiliki pengetahuan akan bahaya perkawinan sedarah.

Sebuah penelitian mengungkapkan bagaimana nenek moyang kita 34.000 tahun yang lalu mengembangkan jaringan sosial dan perkawinan yang canggih, dan dengan sengaja mencari pasangan di luar keluarga mereka.

Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Science ini meneliti informasi genetik dari sisa-sisa manusia modern yang hidup selama masa periode Palaeolitik Atas, sebuah periode ketika manusia modern dari Afrika pertama kali menjelajah Eurasia barat.

Hasil menunjukkan jika orang pada masa itu dengan sengaja mencari pasangan di luar keluarga dekat mereka, dan mungkin terhu bung ke jaringan kelompok yang lebih luas dari tempat pasangan yang dipilih agar tidak terjadi perkawinan sedarah.

Baca selengkapnya di sini.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
  • Rangkuman Berita Populer di Kompas.com

Berita Terkait

Golkar Beri Bantuan Hukum Aditya Moha yang Suap Hakim Demi Ibunya

Golkar Tunggu Putusan Inkrah Sebelum Pecat Aditya Moha

Selain Kantor Pengadilan Tinggi Manado, KPK Juga Geledah Rumah Dinas Aditya Moha

Terkini Lainnya

Perumahan Tergenang Banjir gara-gara Drainse Tersumbat Ember

Perumahan Tergenang Banjir gara-gara Drainse Tersumbat Ember

Regional 09/10/2017, 07:19 WIB Berita Populer: Akhir Kebohongan Dwi Hartanto dan Aditya Moha Menyuap Demi Ibu

Berita Populer: Akhir Kebohongan Dwi Hartanto dan Aditya Moha Menyuap Demi Ibu

Nasional 09/10/2017, 06:52 WIB 'Burning Man': Eksperimen Komunitas Menolak Kapitalisme

"Burning Man": Eksperimen Komunitas Menolak Kapitalisme

Internasional 09/10/2017, 06:48 WIB Permintaan Maaf Djarot atas Jakarta yang Masih Macet...

Permintaan Maaf Djarot atas Jakarta yang Masih Macet...

Megapolitan 09/10/2017, 06:30 WIB Seorang Purnawirawan Polisi di Kupang Tewas Dilempar Batu

Seorang Purnawirawan Polisi di Kupang Tewas Dilempar Batu

Regional 09/10/2017, 06:24 WIB Kesal terhadap Istri, Sopir Taksi 'Online' Coba Bakar Rumah Tetangganya

Kesal terhadap Istri, Sopir Taksi "Online" Coba Bakar Rumah Tetangganya

Regional 09/10/2017, 06:16 WIB Kim Jong Un Naikkan Lagi Posisi Adiknya ke Pusat Kekuasaan

Kim Jong Un Naikkan Lagi Posisi Adiknya ke Pusat Kekuasaan

Internasional 09/10/2017, 06:10 WIB Hujan Diprediksi Landa Sebagian Jabodetabek Siang hingga Malam Ini

Hujan Diprediksi Landa Sebagian Jabodetabek Siang hingga Malam Ini

Megapolitan 09/10/2017, 06:03 WIB Golkar Diimbau Patuhi Mekanisme Partai untuk Pilkada Jabar

Golkar Diimbau Patuhi Mekanisme Partai untuk Pilkada Jabar

Regional 09/10/2017, 05:51 WIB Dahlan Iskan Pamer Mobil Listrik 'Selo' kepada Jokowi

Dahlan Iskan Pamer Mobil Listrik "Selo" kepada Jokowi

Regional 09/10/2017, 05:30 WIB 89 Ekor Trenggiling yang Akan Diseludupkan ke Malaysia Dilepas di Taman Nasional

89 Ekor Trenggiling yang Akan Diseludupkan ke Malaysia Dilepas di Taman Nasional

Regional 09/10/2017, 05:10 WIB Berantas Mafia Peradilan, KY Disarankan Gunakan Cara Tak Biasa

Berantas Mafia Peradilan, KY Disarankan Gunakan Cara Tak Biasa

Nasional 09/10/2017, 05:10 WIB Sekjen Golkar Sebut Rekomendasi untuk Dedi Mulyadi Masih Tunggu Survei

Sekjen Golkar Sebut Rekomendasi untuk Dedi Mulyadi Masih Tunggu Survei

Nasional 09/10/2017, 05:05 WIB Pensiunan Karyawan TVRI Ditemukan Tewas dengan Tubuh Penuh Luka

Pensiunan Karyawan TVRI Ditemukan Tewas dengan Tubuh Penuh Luka

Regional 09/10/2017, 04:16 WIB Mantan Hakim Konstitusi Anggap Hukuman Mati Tak Mempan Timbulkan Efek Jera

Mantan Hakim Konstitusi Anggap Hukuman Mati Tak Mempan Timbulkan Efek Jera

Nasional 09/10/2017, 03:37 WIB Load MoreSumber: Google News

COMMENTS

Nama

Berita,163,Budaya,10,Ekonomi,19,Hankam,5,Informasi,9,Kesehatan,3,Olahraga,159,Opini,61,Pendidikan,23,Politik,1943,Sosial,3,Teknologi,160,Tokoh,5,
ltr
item
Obor Rakyat: Informasi: Berita Populer: Akhir Kebohongan Dwi Hartanto dan Aditya Moha Menyuap Demi Ibu
Informasi: Berita Populer: Akhir Kebohongan Dwi Hartanto dan Aditya Moha Menyuap Demi Ibu
http://assets.kompas.com/crop/0x0:777x518/750x500/data/photo/2017/10/08/374899842.jpg
Obor Rakyat
http://www.oborrakyat.com/2017/10/informasi-berita-populer-akhir.html
http://www.oborrakyat.com/
http://www.oborrakyat.com/
http://www.oborrakyat.com/2017/10/informasi-berita-populer-akhir.html
true
8492057078391058769
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy