Informasi: Agen FBI Ungkap Johannes Marliem Beri Jam Tangan untuk Ketua DPR, Apa Kata KPK?

Agen FBI Ungkap Johannes Marliem Beri Jam Tangan untuk Ketua DPR, Apa Kata KPK? Blog Johannes Marliem Johannes Marliem ...

Agen FBI Ungkap Johannes Marliem Beri Jam Tangan untuk Ketua DPR, Apa Kata KPK?

Johannes MarliemBlog Johannes Marliem Johannes Marliem

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemberitaan startribune.com menyebutkan, Johannes Marliem menyuap sejumlah pejabat Indonesia baik secara langsung maupun melalui perantara.

Johannes Marliem adalah pengusaha bidang IT pimpinan Biomorf Lone LLC, vendor proyek pengadaan e-KTP. Ia juga disebut sebagai salah satu saksi kunci kasus dugaan korupsi e-KTP.

Berdasarkan keterangan agen khusus FBI Jonathan Holden seperti dikutip startribune.com, Marliem pernah membeli jam tangan senilai 135.000 dollar AS dari sebuah butik di Beverly Hi lls.

Jonathan mengetahui hal ini saat memeriksa Marliem. Meskti tidak menyebut nama Setya Novanto, startribune.com menyebutkan, jam itu diberikan Marliem kepada Ketua Parlemen Indonesia yang kini tengah diselidiki dalam kasus e-KTP.

Baca: Menelusuri Jejak Johannes Marliem di Ruko Fatmawati

Dalam kasus e-KTP, KPK sempat menetapkan Ketua DPR Setya Novanto sebagai tersangka. Namun, penetapan tersangka Ketua Umum Partai Golkar itu dinyatakan tidak sah setelah ia memenangkan gugatan praperadilan melawan KPK.

Menanggapi, informasi pemberian jam untuk Novanto, Wakil Ketua KPK Laode M Syarif mengatakan, ia tidak bisa berbicara yang berhubungan dengan materi suatu kasus.

"Saya ndak akan bicarakan yang berhubungan dengan case," kata Syarif saat ditemui seusai mengisi sebuah diskusi di Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (5/10/2017).

Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP Partai Go lkar tak mau mengomentari saat ditanya soal pemberian jam tangan dari Marliem untuk Novanto.

"Aduh, itu tanyalah bidang hukum. Jangan tanya saya," kata Idrus, Kamis malam.

Baca: Soal Rekaman Milik Johannes Marliem, KPK Masih Tunggu Koordinasi FBI

Ahli hukum pidana Ganjar Laksmana mengatakan, informasi ini perlu diklarifikasi terlebih dahulu, apakah pemberian itu terkait kasus e-KTP atau tidak.

"Apakah proyek lain, ucapan terima kasih, terkait dengan jabatan atau terkait apa. Belum tentu juga kalau benar ada pemberian dari Johanes kepada Novanto otomatis terkait e-KTP. Makanya harus dicari tahu ini penyerahan sebagai apa," ujar Ganjar.

Klarifikasi ini perlu dilakukan, salah satunya untuk menentukan bahwa barang pemberian itu bisa dijadikan sebagai bukti suatu tindak pidana.

"Kalau dia menerima jam tangan, harus dilihat kenapa dia menerima jam tangan," ujar Ganjar.

Johannes Marliem

Nama Johannes Marliem kembali menjadi perhatian ketika ia ditemukan tewas diduga karena bunuh diri pada 12 Agustus 2017.

Marliem disebut memiliki rekaman pejabat dan pengusaha yang terlibat dalam korupsi e-KTP. Sebagian rekamannya bahkan sudah diperdengarkan kepada penyidik KPK saat bertemu dan berkunjung ke Amerika meski Marliem menolak untuk diperiksa.

Saat rapat bersama Tim Fatmawati, Marliem merekam seluruh pembicaraan. Tim Fatmawati diduga berperan mengatur pemenang lelang dan menentukan harga setiap detail barang pembelanjaan seluruh kebutuhan proyek e-KTP.

Tim Fatmawati dipimpin Andi Agustinus alias Andi Narogong, yang diketahui teman Ketua DPR Setya Novanto. Andi kini merupakan terdakwa kasus e-KTP.

Kompas TV Komisi Pemberantasan Korupsi memastikan akan terus melanjutkan penyidikan terhadap kasus dugaan korupsi KTP elektronik.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
  • Dugaan Korupsi Proyek E-KTP

Berita Terkait

Pelaksana E-KTP Dipaksa Gunakan Produk Johannes Marliem meski Tak Cocok

Pengusaha Ini Sebut Produk yang Ditawarkan Johannes Marliem Jelek

Staf Ditjen Dukcapil Terima 200.000 Dollar AS dari Johannes Marliem

Cerita Mantan Dirjen Dukcapil Saat Pertama Bertemu Johannes Marliem

Wapres Kalla Minta Diaspora Indonesia Tak Ikuti Jejak Johannes Marliem

Terkini Lainnya

Puluhan Kendaraan 'Off-road' IOX 2017 Sudah Tiba di Kendari

Puluhan Kendaraan "Off-road" IOX 2017 Sudah Tiba di Kendari

Olahraga 06/10/2017, 00:31 WIB KPK Tak Masalah jika Diaudit BPK

KPK Tak Masalah jika Diaudit BPK

Nasional 06/10/2017, 00:15 WIB Survei SMRC: Elektabilitas Parpol Pendukung Jokowi Stagnan, kecuali PDI-P

Survei SMRC : Elektabilitas Parpol Pendukung Jokowi Stagnan, kecuali PDI-P

Nasional 06/10/2017, 00:08 WIB Gelar Rapat Kamis Malam, Apa yang Dibahas Golkar?

Gelar Rapat Kamis Malam, Apa yang Dibahas Golkar?

Nasional 06/10/2017, 00:02 WIB Anggota TNI yang Ingin Berpolitik Diminta Contoh SBY dan Prabowo Subianto

Anggota TNI yang Ingin Berpolitik Diminta Contoh SBY dan Prabowo Subianto

Nasional 05/10/2017, 23:58 WIB Soal Keterlibatan Perempuan di Partai Politik, Ini Penjelasan DPR untuk PSI

Soal Keterlibatan Perempuan di Partai Pol itik, Ini Penjelasan DPR untuk PSI

Nasional 05/10/2017, 23:51 WIB Masuk dalam Survei SMRC, Bagaimana Elektabilitas Gatot Nurmantyo?

Masuk dalam Survei SMRC, Bagaimana Elektabilitas Gatot Nurmantyo?

Nasional 05/10/2017, 23:45 WIB Agen FBI Ungkap Johannes Marliem Beri Jam Tangan untuk Ketua DPR, Apa Kata KPK?

Agen FBI Ungkap Johannes Marliem Beri Jam Tangan untuk Ketua DPR, Apa Kata KPK?

Nasional 05/10/2017, 23:26 WIB PM Abadi: Irak Rebut Kembali Hawija dari ISIS

PM Abadi: Irak Rebut Kembali Hawija dari ISIS

Internasional 05/10/2017, 23:17 WIB Ambi Gambar Tak Senonoh, Mahasiswa Asal Nepal Dibui di Australia

Ambi Gambar Tak Senonoh, Mahasiswa Asal Nepal Dibui di Australia

Internasional 05/10/2017, 22:52 WIB Bonus  SEA Games Hanya Buat Peraih Medali Emas

Bonus SEA Games Hanya Buat Peraih Medali Emas

Olahraga 05/10/2017, 22:52 WIB Mengapa AS Tak Sebut Penembak di Las Vegas Sebagai Teroris?

Mengapa AS Tak Sebut Penembak di Las Vegas Sebagai Teroris?

Internasional 05/10/2017, 22:32 WIB Fadli Zon Minta Komisi II Undang HTI Saat Bahas Perppu Ormas

Fadli Zon Minta Komisi II Undang HTI Saat Bahas Perppu Ormas

Nasional 05/10/2017, 22:18 WIB Ganda Selandia Baru Kalahkan Brasil

Ganda Selandia Baru Kalahkan Brasil

Olahraga 05/10/2017, 22:16 WIB Jembatan dan Kendi yang Sarat Makna Budaya dalam Peresmian Kota Tua

Jembatan dan Kendi yang Sarat Makna Budaya dalam Peresmian Kota Tua

Megapolitan 05/10/2017, 22:15 WIB Load MoreSumber: Google News

COMMENTS

Nama

Berita,163,Budaya,10,Ekonomi,19,Hankam,5,Informasi,9,Kesehatan,3,Olahraga,159,Opini,61,Pendidikan,23,Politik,1943,Sosial,3,Teknologi,160,Tokoh,5,
ltr
item
Obor Rakyat: Informasi: Agen FBI Ungkap Johannes Marliem Beri Jam Tangan untuk Ketua DPR, Apa Kata KPK?
Informasi: Agen FBI Ungkap Johannes Marliem Beri Jam Tangan untuk Ketua DPR, Apa Kata KPK?
http://assets.kompas.com/crop/89x0:889x533/750x500/data/photo/2017/08/12/22074661091.jpg
Obor Rakyat
http://www.oborrakyat.com/2017/10/informasi-agen-fbi-ungkap-johannes.html
http://www.oborrakyat.com/
http://www.oborrakyat.com/
http://www.oborrakyat.com/2017/10/informasi-agen-fbi-ungkap-johannes.html
true
8492057078391058769
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy