Informasi: KUHAP Dinilai Tak Batasi KPK Terbitkan Sprindik Baru untuk Novanto

KUHAP Dinilai Tak Batasi KPK Terbitkan Sprindik Baru untuk Novanto Ambaranie Nadia Kemala Movanita/KOMPAS.com Indriyanto Seno Adji saat masi...

KUHAP Dinilai Tak Batasi KPK Terbitkan Sprindik Baru untuk Novanto

Indriyanto Seno Adji saat masih menjabat pimpinan sementara Komisi Pemberantasan Korupsi.Ambaranie Nadia Kemala Movanita/KOMPAS.com Indriyanto Seno Adji saat masih menjabat pimpinan sementara Komisi Pemberantasan Korupsi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Pelaksana Tugas Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK), Indriyanto Seno Adji, mengatakan bahwa KPK dapat menerbitkan surat perintah penyidikan (sprindik) baru untuk menetapkan kembali Ketua DPR RI Setya Novanto sebagai tersangka.

"Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) tidak membatasi penegak hukum untuk menerbitkan sprindik l agi, sepanjang dipenuhi minimal alat bukti," kata Indriyanto dalam keterangannya, Jumat (29/9/2017).

Apalagi, kata dia, ketentuan ini diperkuat dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) nomor 21/PUU-XII/2014 tanggal 28 April 2015.

Dalam putusan itu disebutkan bahwa perlindungan terhadap hak tersangka tidak diartikan tersangka tidak bersalah dan tidak menggugurkan dugaan adanya tindak pidana.

"Sehingga tetap dapat dilakukan penyidikan kembali sesuai kaidah hukum yang berlaku secara ideal dan benar," kata Guru Besar Hukum Pidana Universitas Krisnadwipayana itu.

(Baca juga: KPK Kecewa Penetapan Tersangka Novanto Dinyatakan Tak Sah)

Karena itu, kata Indriyanto, penerbitan sprindik baru dan penetapan kembali status tersangka atas Ketua Umum DPP Partai Golkar itu tetap bisa dilakukan oleh lembaga anti-rasuah sebagaimana hukum yang berlaku.

"Jadi silakan saja dengan lebih memilah secara akurasi terhadap revisi minimal atau lebih d ari dua alat bukti," kata Indriyanto.

"Apa pun putusan hakim tetap harus dihormati dan persoalan pro-kontra adalah sesuatu yang wajar. Karena itu harus ditelaah dapat tidaknya digunakan langkah hukum bagi Setnov," tutur dia.

Dalam sidang praperadilan, Hakim Cepi Iskandar menerima sebagian gugatan yang diajukan Novanto. Dalam putusannya, penetapan tersangka Novanto oleh KPK dianggap tidak sah. Menurut hakim, KPK harus menghentikan penyidikan kasus Novanto.

Setya Novanto ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP oleh KPK pada 17 Juli 2017 lalu. Ia lalu mengajukan praperadilan ke PN Jakarta Selatan pada 4 September 2017.

Gugatan terdaftar dalam nomor 97/Pid.Prap/2017/PN Jak.Sel. Novanto keberatan atas status tersangka dari KPK.

Ketua Umum Partai Golkar ini diduga menguntungkan diri atau orang lain atau korporasi dan menyalahgunakan kewenangan dan jabatan, pada kasus e-KTP.

(Baca juga: Batalkan Status Tersangk a Novanto, Hakim Dianggap Tak Peduli Kerugian Negara Akibat Korupsi)

Sewaktu menjabat Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR, Novanto diduga ikut mengatur agar anggaran proyek e-KTP senilai Rp 5,9 triliun disetujui oleh anggota DPR.

Selain itu, Novanto diduga mengondisikan pemenang lelang dalam proyek e-KTP. Bersama pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong, Novanto diduga ikut menyebabkan kerugian negara Rp 2,3 triliun.

Pihak Novanto sebelumnya meminta KPK menghentikan sementara penyidikan hingga ada putusan praperadilan. Novanto dua kali tak memenuhi panggilan pemeriksaan sebagai tersangka lantaran dirawat di rumah sakit.

Kompas TV Jumat (29/9) sore di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, akan digelar lanjutan sidang praperadilan gugatan Ketua DPR Setya Novanto terhadap KPK. Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
  • Sepak Terjang Setya Novanto

Berita Terkait

Novanto Masih Sakit, Pengacara Lapor Hasil Praperadilan kepada Keluarga

MAKI Dorong KPK Keluarkan Sprindik Baru untuk Setya Novanto

Batalkan Status Tersangka Novanto, Hakim Dianggap Tak Peduli Kerugian Negara Akibat Korupsi

Hakim Tolak Sebagian Permohonan, Novanto Tetap Dilarang ke Luar Negeri

Penetapan Tersangka Novanto Dibatalkan, Pengacara Puji Hakim Cepi

Terkini Lainnya

Atlet Bulu Tangkis Junior 7 Negara Ikut Training Camp di Magelang

Atlet Bulu Tangkis Junior 7 Negara Ikut Training Camp di Magelang

Olahraga 30/09/2017, 00:53 WIB  Membidik Prestasi Lewat Gala Desa

Membidik Prestasi Lewat Gala Desa

Olahraga 30/09/2017, 00:39 WIB FOTO: Jokowi Nonton Bareng Film 'G30S/PKI' di Bogor

FOTO: Jokowi Nonton Bareng Film "G30S/PKI" di Bogor

Nasional 29/09/2017, 23:50 WIB Coba Bunuh Diri, Seorang Pemuda Dibawa ke RS Jiwa

Coba Bunuh Diri, Seorang Pemuda Dibawa ke RS Jiwa

Regional 29/09/2017, 23:26 WIB Putusan Praperadilan Novanto Tak Hentikan KPK Usut Kasus Korupsi E-KTP

Putusan Praperadilan Novanto Tak Hentikan KPK Usut Kasus Korupsi E-KTP

Nasional 29/09/2017, 23:13 WIB Yakini Ada 'Serangan Misterius', AS Tarik Stafnya dari Kedubes Havana

Yakini Ada "Serangan Misterius", AS Tarik Stafnya dari Kedubes Havana

Internasional 29/09/2017, 23:03 WIB G30S/PKI, Karya Seni Propaganda, dan Tantangan Para Milenial

G30S/PKI, Karya Seni Propaganda, dan Tantangan Para Milenial

Nasional 29/09/2017, 22:58 WIB Pasca-Putusan Praperadilan, Wartawan Sulit Cek Kondisi Novanto di RS

Pasca-Putusan Praperadilan, Wartawan Sulit Cek Kondisi Novanto di RS

Nasional 29/09/2017, 22:49 WIB Selain Bunuh Anak Gadisnya, Antonius Diduga Habisi Istri dan Bayinya

Selain Bunuh Anak Gadisnya, Antonius Diduga Habisi Istri dan Bayinya

Regional 29/09/2017, 22:45 WIB OTT KPK dan Ke-'ndablek'-an Publik

OTT KPK dan Ke-"ndablek"-an Publik

Nasional 29/09/2017, 22:22 WIB Akhirnya, 50 Ton Tumpahan Minyak Sawit Mentah Disedot dari Teluk Bayur

Akhirnya, 50 Ton Tumpahan Minyak Sawit Mentah Disedot dari Teluk Bayur

Regional 29/09/2017, 22:19 WIB Massa Aksi 299 Akan Temui PPP dan PKB untuk Lobi Tolak Perppu Ormas

Massa Aksi 299 Akan Temui PPP dan PKB untuk Lobi Tolak Perppu Ormas

Nasional 29/09/2017, 22:00 WIB Jalan Terang Petani Pangalengan Bandung

Jalan Terang Petani Pangalengan Bandung

Regional 29/09/2017, 21:56 WIB PAN, Gerindra, PKS 'Berkoalisi' Gelar Nobar Film G30S/PKI

PAN, Gerindra, PKS "Berkoalisi" Gelar Nobar Film G30S/PKI

Regional 29/09/2017, 21:46 WIB KUHAP Dinilai Tak Batasi KPK Terbitkan Sprindik Baru untuk Novanto

KUHAP Dinilai Tak Batasi KPK Terbitkan Sprindik Baru untuk Novanto

Nasional 29/09/2017, 21:45 WIB Load MoreSumber: Google News

COMMENTS

Nama

Berita,163,Budaya,10,Ekonomi,19,Hankam,5,Informasi,9,Kesehatan,3,Olahraga,159,Opini,61,Pendidikan,23,Politik,1943,Sosial,3,Teknologi,160,Tokoh,5,
ltr
item
Obor Rakyat: Informasi: KUHAP Dinilai Tak Batasi KPK Terbitkan Sprindik Baru untuk Novanto
Informasi: KUHAP Dinilai Tak Batasi KPK Terbitkan Sprindik Baru untuk Novanto
http://assets.kompas.com/crop/101x0:632x355/750x500/data/photo/2015/09/14/1744212indriyanto1780x390.jpg
Obor Rakyat
http://www.oborrakyat.com/2017/09/informasi-kuhap-dinilai-tak-batasi-kpk.html
http://www.oborrakyat.com/
http://www.oborrakyat.com/
http://www.oborrakyat.com/2017/09/informasi-kuhap-dinilai-tak-batasi-kpk.html
true
8492057078391058769
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy