Informasi: KPK Masih Pertimbangkan Terbitkan Sprindik Baru untuk Setya Novanto

KPK Masih Pertimbangkan Terbitkan Sprindik Baru untuk Setya Novanto KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Ketua DPR RI Setya Novanto di Kompleks Parl...

KPK Masih Pertimbangkan Terbitkan Sprindik Baru untuk Setya Novanto

Ketua DPR RI Setya Novanto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (13/6/2017).KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Ketua DPR RI Setya Novanto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (13/6/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengatakan bahwa pihaknya mempertimbangkan untuk menerbitkan surat perintah penyidikan (sprindik) baru untuk menetapkan kembali Ketua DPR RI Setya Novanto sebagai tersangka.

"Alternatif-alternatif yang sesuai dengan aturan hukum yang berlaku apakah itu KUHAP ataupun PERMA yang sudah mengatur secara tegas praperadilan te rsebut tentu menjadi pertimbangan KPK," kata Febri di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (29/9/2017).

Sampai saat ini, KPK terus membahas dan berdiskusi secara mendalam, sebelum menanggapi putusan praperadilan Ketua Umum DPP Partai Golkar tersebut.

"Kami akan melakukan pembahasan terlebih dulu, diskusi terlebih dulu, melihat secara rinci putusan praperadilan tersebut. Proses dari awal sampai putusan akhir," kata Febri.

(Baca juga: Putusan Praperadilan Novanto Tak Hentikan KPK Usut Kasus Korupsi E-KTP)

KPK, kata Febri, juga akan melihat sejauh mana proses penanganan perkara yang sudah dilakukan dalam kasus korupsi e-KTP, dengan tersangka selain Novanto.

"Juga perkembangan dari proses penyidikan dan penanganan perkara (tersangka) e-KTP yang lain," ujar dia.

Lalu kapan tenggat waktu penerbitan sprindik baru tersebut?

Saat ini Febri mengaku belum bisa memastikan. Ia hanya menegaskan bahwa lembaga anti-rasuah itu berkomit men dalam menyelesaikan kasus e-KTP.

"Kita belum bisa bicara soal jangka waktu. Tapi yang pasti kita tegaskan KPK serius untuk tetap menangani kasus e-KTP ini," kata Febri.

"Kami juga berharap pada semua pihak, termasuk publik secara luas untuk bisa mengawal perkara ini," ucapnya.

Sebagaimana diketahui, hakim Cepi Iskandar menerima sebagian gugatan praperadilan yang diajukan Novanto. Dalam putusannya, penetapan tersangka Novanto oleh KPK dianggap tidak sah. Menurut hakim, KPK harus menghentikan penyidikan kasus Novanto.

(Baca juga: Ini Pertimbangan Hakim Cepi Batalkan Status Tersangka Setya Novanto)

Setya Novanto ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP oleh KPK pada 17 Juli 2017 lalu. Ia lalu mengajukan praperadilan ke PN Jakarta Selatan pada 4 September 2017.

Gugatan terdaftar dalam nomor 97/Pid.Prap/2017/PN Jak.Sel. Novanto keberatan atas status tersangka dari KPK.

Ketua Umum Partai Golkar ini diduga menguntungkan diri atau orang lain atau korporasi dan menyalahgunakan kewenangan dan jabatan, pada kasus e-KTP.

Novanto sewaktu menjabat Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR diduga ikut mengatur agar anggaran proyek e-KTP senilai Rp 5,9 triliun disetujui oleh anggota DPR.

Selain itu, Novanto diduga mengondisikan pemenang lelang dalam proyek e-KTP. Bersama pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong, Novanto diduga ikut menyebabkan kerugian negara Rp 2,3 triliun.

Pihak Novanto sebelumnya meminta KPK mengentikan sementara penyidikan hingga ada putusan praperadilan. Novanto dua kali tak memenuhi panggilan pemeriksaan sebagai tersangka lantaran dirawat di rumah sakit.

Kompas TV KPK telah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif untuk menghadapi kemungkinan hukum dalam kasus ini. Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
  • Dugaan Korupsi Proyek E-KTP

Berita Terkait

Putusan Praperadilan Novanto Tak Hentikan KPK Usut Kasus Korupsi E-KTP

Pasca-Putusan Praperadilan, Wartawan Sulit Cek Kondisi Novanto di RS

KUHAP Dinilai Tak Batasi KPK Terbitkan Sprindik Baru untuk Novanto

Novanto Masih Sakit, Pengacara Lapor Hasil Praperadilan kepada Keluarga

MAKI Dorong KPK Keluarkan Sprindik Baru untuk Setya Novanto

Terkini Lainnya

Penahanan Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam Diperpanjang

Penahanan Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam Diperpanjang

Nasional 30/09/2017, 06:16 WIB Setya Novanto Batal Jadi Tersangka e-KTP,  Bagaimana Nasib Para Saksi?

Setya Novanto Batal Jadi Tersangka e-KTP, Bagaimana Nasib Para Saksi?

Nasional 30/09/2017, 06:09 WIB Benda-Benda Aneh yang Diduga Jimat Ditemukan dari Peserta Seleksi CPNS

Benda-Benda Aneh yang Diduga Jimat Ditemukan dari Peserta Seleksi CPNS

Nasional 30/09/2017, 06:06 WIB KPK Masih Pertimbangkan Terbitkan Sprindik Baru untuk Setya Novanto

KPK Masih Pertimbangkan Terbitkan Sprindik Baru untuk Setya Novanto

Nasional 30/09/2017, 05:23 WIB Atlet Bulu Tangkis Junior 7 Negara Ikut Training Camp di Magelang

Atlet Bulu Tangkis Junior 7 Negara Ikut Training Camp di Magelang

Olahraga 30/09/2017, 00:53 WIB  Membidik Prestasi Lewat Gala Desa

Membidik Prestasi Lewat Gala Desa

Olahraga 30/09/2017, 00:39 WIB FOTO: Jokowi Nonton Bareng Film 'G30S/PKI' di Bogor

FOTO: Jokowi Nonton Bareng Film "G30S/PKI" di Bogor

Nasional 29/09/2017, 23:50 WIB Coba Bunuh Diri, Seorang Pemuda Dibawa ke RS Jiwa

Coba Bunuh Diri, Seorang Pemuda Dibawa ke RS Jiwa

Regional 29/09/2017, 23:26 WIB Putusan Praperadilan Novanto Tak Hentikan KPK Usut Kasus Korupsi E-KTP

Putusan Praperadilan Novanto Tak Hentikan KPK Usut Kasus Korupsi E-KTP

Nasional 29/09/2017, 23:13 WIB Yakini Ada 'Serangan Misterius', AS Tarik Stafnya dari Kedubes Havana

Yakini Ada "Serangan Misterius", AS Tarik Stafnya dari Kedubes Havana

Internasional 29/09/2017, 23:03 WIB G30S/PKI, Karya Seni Propaganda, dan Tantangan Para Milenial

G30S/PKI, Karya Seni Propaganda, dan Tantangan Para Milenial

Nasional 29/09/2017, 22:58 WIB Pasca-Putusan Praperadilan, Wartawan Sulit Cek Kondisi Novanto di RS

Pasca-Putusan Praperadilan, Wartawan Sulit Cek Kondisi Novanto di RS

Nasional 29/09/2017, 22:49 WIB Selain Bunuh Anak Gadisnya, Antonius Diduga Habisi Istri dan Bayinya

Selain Bunuh Anak Gadisnya, Antonius Diduga Habisi Istri dan Bayinya

Regional 29/09/2017, 22:45 WIB OTT KPK dan Ke-'ndablek'-an Publik

OTT KPK dan Ke-"ndablek"-an Publik

Nasional 29/09/2017, 22:22 WIB Akhirnya, 50 Ton Tumpahan Minyak Sawit Mentah Disedot dari Teluk Bayur

Akhirnya, 50 Ton Tumpahan Minyak Sawit Mentah Disedot dari Teluk Bayur

Regional 29/09/2017, 22:19 WIB Load MoreSumber: Google News

COMMENTS

Nama

Berita,163,Budaya,10,Ekonomi,19,Hankam,5,Informasi,9,Kesehatan,3,Olahraga,159,Opini,61,Pendidikan,23,Politik,1943,Sosial,3,Teknologi,160,Tokoh,5,
ltr
item
Obor Rakyat: Informasi: KPK Masih Pertimbangkan Terbitkan Sprindik Baru untuk Setya Novanto
Informasi: KPK Masih Pertimbangkan Terbitkan Sprindik Baru untuk Setya Novanto
http://assets.kompas.com/crop/119x0:929x540/750x500/data/photo/2017/06/13/2622993762.jpg
Obor Rakyat
http://www.oborrakyat.com/2017/09/informasi-kpk-masih-pertimbangkan.html
http://www.oborrakyat.com/
http://www.oborrakyat.com/
http://www.oborrakyat.com/2017/09/informasi-kpk-masih-pertimbangkan.html
true
8492057078391058769
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy