Informasi: Klarifikasi Pernyataan soal 5.000 Senjata, Komisi I Segera Panggil Panglima TNI

Klarifikasi Pernyataan soal 5.000 Senjata, Komisi I Segera Panggil Panglima TNI KOMPAS.com/ESTU SURYOWATI Direktur Crisis Center for Rohingy...

Klarifikasi Pernyataan soal 5.000 Senjata, Komisi I Segera Panggil Panglima TNI

Direktur Crisis Center for Rohingya (CC4R) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sukamta, di Kantor DPP PKS, TB Simatupang, Jakarta, Senin (25/9/2017). Hingga saat ini, CC4R PKS se-Indonesia telah menyalurkan donasi untuk Myanmar sebesar Rp 3,8 miliar.KOMPAS.com/ESTU SURYOWATI Direktur Crisis Center for Rohingya (CC4R) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sukamta, di Kantor DPP PKS, TB Simatupang, Jakarta, Senin (25/9/2017). Hingga saat ini, CC4R PKS se-Indonesia telah menyalurkan donasi untuk Myanmar sebesar Rp 3,8 miliar.

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi I DPR Fraksi PKS Sukamta menyampaikan, Komisi I se gera mengagendakan rapat kerja dengan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo untuk membahas pernyataan soal pembelian senjata institusi nonmiliter.

Akan tetapi, belum diketahui kapan rapat akan digelar karena padatnya agenda Panglima TNI.

Dia berharap rapat kerja bisa digelar pekan depan setelah tanggal 5 Oktober 2017.

"Kami ada rencana raker dengan Panglima, hanya dalam rangka membahas anggaran. Tetapi karena Beliau sibuk, ya saya kira agenda pembahasan (soal anggaran dan pembelian senjata) kami satukan saja," kata Sukamta ditemui di Kantor DPP PKS TB Simatupang, Jakarta, Senin (25/9/2017).

Sukamta mengatakan, ia tak memahami maksud pernyataan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Baca: Setara: Jokowi Mesti Hati-hati Sikapi Panglima TNI

Apalagi, kata dia, pernyataan Gatot itu disampaikan dalam forum tertutup dan yang beredar hanya rekamannya.

"Saya belum menangkap penuh yang dimaksud oleh Panglima itu apa. Nanti kalau sudah ketahuan, kami bisa melakukan penghakiman (menilai)," ujar Sukamta.

Menurut dia, kondisi pertahanan keamanan masih sama seperti hari-hari sebelumnya. Ancaman saat ini di antaranya ketegangan Laut China Selatan, serta ancaman kelompok teroris ISIS yang masuk lewat Marawi.

"Ini masih situasi biasanya," kata Sukamta.

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyampaikan, ada institusi yang berencana mendatangkan 5.000 pucuk senjata dengan mencatut nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Indonesia.

Baca: Fadli Zon Minta Panglima TNI Klarifikasi soal Pernyataan 5.000 Senjata Api

Gatot mengatakan, TNI akan mengambil tindakan tegas jika hal tersebut dilakukan, tidak terkecuali apabila pelakunya berasal dari keluarga TNI bahkan seorang jenderal sekalipun.

"Mereka memakai nama Presiden, seolah-olah itu yang berbuat Presiden. Padahal saya yakin itu bukan Presiden, info rmasi yang saya dapat kalau tidak A1 tidak akan saya sampaikan di sini. Datanya kami akurat, data intelijen kami akurat," kata dia.

Namun, pernyataan Panglima itu dibantah Menko Polhukam Wiranto. Ia menjelaskan, institusi non-militer yang berniat membeli senjata itu adalah Badan Intelijen Negara (BIN) untuk keperluan pendidikan.

Jumlahnya pun tak mencapai 5.000 pucuk, tetapi hanya 500 pucuk. BIN juga sudah meminta izin kepada Polri untuk pembelian senjata itu.

Izin tak diteruskan ke TNI lantaran spesifikasi senjata yang dibeli BIN dari Pindad itu berbeda dengan yang dimiliki militer.

Sementara, Panglima TNI tak mau memberikan tanggapan lebih jauh soal ini, meskipun ia membenarkan bahwa pernyataan itu dilontarkannya.

"Itu benar omongan saya, 1.000 persen, tapi tentang kebenaran isi konten rekaman itu saya tak mau berkomentar," kata Gatot.

Kompas TV Kapuspen TNI Mayjen Wuryanto menyatakan pernyataan panglima soal 5.000 pucuk senjat a bukan konsumsi publik.

Berita Terkait

Manuver Panglima TNI Dianggap Bawa TNI ke Ranah Politik

Presiden Diminta Evaluasi Panglima TNI Terkait Bocornya Informasi Intelijen

Pimpinan DPR Minta Presiden Jelaskan soal Pernyataan Panglima TNI

Anggota Komisi I Minta Panglima TNI Hati-hati Bicara

Komisi I: Pernyataan Panglima TNI soal 5.000 Senjata Tidak pada Tempatnya

Terkini Lainnya

Bandara dan Pelabuhan Disiapkan untuk Antisipasi Erupsi Gunung Agung

Bandara dan Pelabuhan Disiapkan untuk Antisipasi Erupsi Gunung Agung

Nasional 25/09/2017, 23:26 WIB KPK Limpahkan Berkas, Bupati Pamekasan Segera Disidang

KPK Limpahkan Berkas, Bupati Pamekasan Segera Disidang

Nasional 25/09/2017, 23:17 WIB Suami Pergoki Istrinya Selingkuh di Kamar Hotel dengan Penagih Hutang

Suami Pergoki Istrinya Selingkuh di Kamar Hotel dengan Penagih Hutang

Regional 25/09/2017, 23:14 WIB Posisi Panglima TNI yang Setara Menhan Dikhawatirkan Berdampak Politis

Posisi Panglima TNI yang Setara Menhan Dikhawatirkan Berdampak Politis

Nasional 25/09/2017, 23:12 WIB BNPB Puji Respons Masyarakat Bali Hadapi Erupsi Gunung Agung

BNPB Puji Respons Masyarakat Bali Hadapi Erupsi Gunung Agung

Nasional 25/09/2017, 22:48 WIB KPK Perpanjang Masa Penahanan Hakim dan Panitera PN Bengkulu

KPK Perpanjang Masa Penahanan Hakim dan Panitera PN Bengkulu

Nasional 25/09/2017, 22:32 WIB Masalah Belum Dibahas Tuntas, Eks Pejuang Timtim Ingin Bertemu Jokowi

Masalah Belum Dibahas Tuntas, Eks Pejuang Timtim Ingin Bertemu Jokowi

Regional 25/09/2017, 22:31 WIB Ingin Periksa Setya Novanto, KPK Pertimbangkan 'Second Opinion' IDI

Ingin Periksa Setya Novanto, KPK Pertimbangkan "Second Opinion" IDI

Nasional 25/09/2017, 22:18 WIB Polisi Ungkap Ledakan Bom di Rumah Terduga Jaringan Teroris

Polisi Ungkap Ledakan Bom di Rumah Terduga Jaringan Teroris

Regional 25/09/2017, 22:05 WIB Agar KPK Hadir, Nasdem Setuju Perpanjangan Masa Kerja Pansus Angket

Agar KPK Hadir, Nasdem Setuju Perpanjangan Masa Kerja Pansus Angket

Nasional 25/09/2017, 21:57 WIB Curi Mobil dan Sembunyikan Pistol, Eks Tahanan Narkoba Ditangkap

Curi Mobil dan Sembunyikan Pistol, Eks Tahanan Narkoba Ditangkap

Regional 25/09/2017, 21:42 WIB PKS Pastikan Tolak Usul Perpanjangan Pansus Angket KPK pada Paripurna Selasa Besok

PKS P astikan Tolak Usul Perpanjangan Pansus Angket KPK pada Paripurna Selasa Besok

Nasional 25/09/2017, 21:36 WIB Anggota Komisi I Usul Semua Senjata Didaftarkan di Kemenhan dan TNI

Anggota Komisi I Usul Semua Senjata Didaftarkan di Kemenhan dan TNI

Nasional 25/09/2017, 21:34 WIB Jokowi Diminta Bersikap untuk Menunjukkan Soliditas TNI-Polri

Jokowi Diminta Bersikap untuk Menunjukkan Soliditas TNI-Polri

Nasional 25/09/2017, 21:19 WIB Jokowi Restui Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2034

Jokowi Restui Indonesia Jadi Tua n Rumah Piala Dunia 2034

Nasional 25/09/2017, 21:19 WIB Load MoreSumber: Google News

COMMENTS

Nama

Berita,163,Budaya,10,Ekonomi,19,Hankam,5,Informasi,9,Kesehatan,3,Olahraga,159,Opini,61,Pendidikan,23,Politik,1943,Sosial,3,Teknologi,160,Tokoh,5,
ltr
item
Obor Rakyat: Informasi: Klarifikasi Pernyataan soal 5.000 Senjata, Komisi I Segera Panggil Panglima TNI
Informasi: Klarifikasi Pernyataan soal 5.000 Senjata, Komisi I Segera Panggil Panglima TNI
http://assets.kompas.com/crop/119x45:846x529/750x500/data/photo/2017/09/25/3318466035.jpg
Obor Rakyat
http://www.oborrakyat.com/2017/09/informasi-klarifikasi-pernyataan-soal.html
http://www.oborrakyat.com/
http://www.oborrakyat.com/
http://www.oborrakyat.com/2017/09/informasi-klarifikasi-pernyataan-soal.html
true
8492057078391058769
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy