Informasi: Giat Ikuti Sosialisasi Anti-korupsi, Bupati Rita Widyasari Kini Jadi "Pasien" KPK

Giat Ikuti Sosialisasi Anti-korupsi, Bupati Rita Widyasari Kini Jadi "Pasien" KPK . Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasar...

Giat Ikuti Sosialisasi Anti-korupsi, Bupati Rita Widyasari Kini Jadi "Pasien" KPK

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari . Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari

JAKARTA, KOMPAS.com - Bupati Kutai Kertanegara Rita Widyasari ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penetapan tersangka Rita ini cukup menghebohkan lantaran karier Rita selama ini yang kerap menyabet penghargaan.

Penghargaan tertinggi yang didapatnya yakni tanda kehormatan Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha yang diberikan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo pada 28 April 2015 lalu. Penghargaan ini diberikan karena Rita dinilai berk omitmen tinggi atas pembangunan kesejahteraan keluarga dan kependudukan di daerahnya.

Kemudian di tingkat internasional, Rita pernah menerima penghargaan Global Leadership Award 2016 dari majalah bisnis The Leader International dan American Leadership Development Association.

Tak berhenti sampai di situ, Rita juga pernah menerima penghargaan sebagai salah Inspirator Pembangunan Daerah 2017. Penghargaan dari Pusat Kajian Keuangan Negara ini diserahkan oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

(Baca: KPK Tetapkan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari sebagai Tersangka)

Rita pun dikenal aktif mengikuti berbagai sosialisasi pencegahan korupsi untuk memajukan daerahnya. Salah satunya yang dibuat KPK belum lama ini,

Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang mengatakan, pihaknya akan mempertimbangkan tuntutan hukuman berat terhadap Rita.

Alasannya, KPK telah berulang kali membuat program pencegahan korupsi di banyak daerah dan program ters ebut diikuti para kepala daerah, mulai dari bupati, wali kota hingga gubernur.

"Ini akan KPK jadikan unsur yang memberatkan. Bila perlu diberi label, sudah berapa kali program pencegahan yang bersangkutan hadir. Seingat saya KPK punya datanya," ujar Saut saat dikonfirmasi, Selasa (26/9/2017).

Serupa kasus korupsi sang ayah

Penetapan status tersangka yang dialami Rita nyaris serupa ketika KPK menetapkan status tersangka kepada ayahnya, yakni (almarhum) Syaukani Hassan Rais. Penetapan tersangka itu bukan merupakan operasi tangkap tangan, melainkan pengembangan kasus.

Syaukani dijadikan tersangka oleh KPK pada pada 18 Desember 2006 yang saat itu, jelang Pemilihan Gubernur Kalimantan Timur. Syaukani disangkakan terlibat korupsi terkait pelepasan lahan Bandara Loa Kulu.

Namun dalam pengembangan kasus, KPK juga menemukan adanya tindak korupsi lain yang dilakukan Syaukani. Kemudian, pada 14 Desember 2007, Pengadila n Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) memvonis hukuman penjara dua tahun enam bulan terhadap Syaukani.

Menurut hakim, ia terbukti melakukan tindak pidana korupsi selama 2001 hingga 2005 dan merugikan negara Rp 113 miliar.

Tindak pidana korupsi yang dilakukan Syaukani adalah menyalahgunakan dana perangsang pungutan sumber daya alam (migas), dana studi kelayakan Bandara Kutai, dana pembangunan Bandara Kutai, dan penyalahgunaan dana pos anggaran kesejahteraan masyarakat.

Kompas TV Penyidik KPK menyita 2 koper dokumen, setelah menggeledah Kantor Bupati Kutai Kartanegara di Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
  • Bupati Kukar Tersangka

Berita Terkait

KPK Lakukan Kegiatan Penindakan di Kantor Bupati Kutai Kartanegara

Mantan Bupati Kutai Kartanegara Syaukani Tutup Usia

Bupati Kutai Kartanegara Habiskan Rp 1 Miliar untuk Hibur Pemilihnya Setelah Menang Pilkada

Gubernur Kaltim Restui Pengunduran Diri Bupati Kutai Timur

Bupati Kutai Timur Isran Noor Mengundurkan Diri, Ada Apa?

Terkini Lainnya

Kembali Gagal Bertemu Wali Kota Depok, Massa Anti-SSA Kecewa

Kembali Gagal Bertemu Wali Kota Depok, Massa Anti-SSA Kecewa

Megapolitan 27/09/2017, 15:00 WIB PKS Gandeng PAN di Pilkada Jabar, Gerindra Merasa 'Dicuekin'

PKS Gandeng PAN di Pilkada Jabar, Gerindra Merasa "Dicuekin"

Regional 27/09/2017, 14:59 WIB KPU Minta UU Pemilu Direvisi jika MK Kabulkan Uji Materi soal Verifikasi Parpol

KPU Minta UU Pemilu Direvisi jika MK Kabulkan Uji Materi soal Verifikasi Parpol

Nasional 27/09/2017, 14:59 WIB Tak Cuma Satu, Enam Roket 'Sambut' Kehadiran Menhan AS di Kabul

Tak Cuma Satu, Enam Roket "Sambut" Kehadiran Menhan AS di Kabul

Internasional 27/09/2017, 14:53 WIB Kejar Pembacok Satu Keluarga di Hutan, Polisi Kerahkan Anjing Pelacak

Kejar Pembacok Satu Keluarga di Hutan, Polisi Kerahkan Anjing Pelacak

Regional 27/09/2017, 14:52 WIB Sepak Terjang Rita Widyasari, Putri Mantan Bupati yang Raih Sederet Penghargaan

Sepak Terjang Rita Widyasari, Putri Mantan Bupati yang Raih Sederet Penghargaan

Regional 27/09/2017, 14:51 WIB Jokowi Minta Perajin Gunakan Media Sosial untuk Jual Produknya

Jokowi Minta Perajin Gunakan Media Sosial untuk Jual Produknya

Nasional 27/09/2017, 14:51 WIB Bulan Lalu, Percikan Api Muncul di Tiang Listrik yang Tewaskan Suriyah

Bulan Lalu, Percikan Api Muncul di Tiang Listrik yang Tewaskan Suriyah

Megapolitan 27/09/2017, 14:45 WIB Pimpinan BPK Mengaku Sering Di-'bully' Menteri-menteri PKB

Pimpinan BPK Mengaku Sering Di-'bully' Menteri-menteri PKB

Nasional 27/09/2017, 14:44 WIB Pasukan Irak Bunuh Para Teroris ISIS yang Susupi 3 Wilayah di Ramadi

Pasukan Irak Bunuh Para Teroris ISIS yang Susupi 3 Wilayah di Ramadi

Internasional 27/09/2017, 14:43 WIB Atasi Kekurangan Guru PNS, DKI Akan Rekrut Pegawai Honorer

Atasi Kekurangan Guru PNS, DKI Akan Rekrut Pegawai Honorer

Megapolitan 27/09/2017, 14:33 WIB Roket Hantam Areal Bandara Kabul, Tak Lama Setelah Menhan AS Mendarat

Roket Hantam Areal Bandara Kabul, Tak Lama Setelah Menhan AS Mendarat

Internasional 27/09/2017, 14:32 WIB Golkar Tinjau Ulang Pencalonan Rita Widyasari di Pilkada Kaltim

Golkar Tinjau Ulang Pencalonan Rita Widyasari di Pilkada Kaltim

Nasional 27/09/2017, 14:21 WIB Setelah Trump Perketat “Travel Ban”, MA Membatalkan Sidang

Setelah Trump Perketat “Travel Ban”, MA Membatalkan Sidang

Internasional 27/09/2017, 14:20 WIB PPATK Ungkap Perkembangan Pola Pendanaan Terorisme Terafiliasi ISIS

PPATK Ungkap Perkembangan Pola Pendanaan Terorisme Terafiliasi ISIS

Nasional 27/09/2017, 14:17 WIB Load MoreSumber: Google News

COMMENTS

Nama

Berita,163,Budaya,10,Ekonomi,19,Hankam,5,Informasi,9,Kesehatan,3,Olahraga,159,Opini,61,Pendidikan,23,Politik,1943,Sosial,3,Teknologi,160,Tokoh,5,
ltr
item
Obor Rakyat: Informasi: Giat Ikuti Sosialisasi Anti-korupsi, Bupati Rita Widyasari Kini Jadi "Pasien" KPK
Informasi: Giat Ikuti Sosialisasi Anti-korupsi, Bupati Rita Widyasari Kini Jadi "Pasien" KPK
http://assets.kompas.com/crop/52x0:636x389/750x500/data/photo/2014/09/10/1031565penanaman-mangrov-148780x390.jpg
Obor Rakyat
http://www.oborrakyat.com/2017/09/informasi-giat-ikuti-sosialisasi-anti.html
http://www.oborrakyat.com/
http://www.oborrakyat.com/
http://www.oborrakyat.com/2017/09/informasi-giat-ikuti-sosialisasi-anti.html
true
8492057078391058769
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy