www.AlvinAdam.com


Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Sering Duduk Seharian? Yuk Kurangi Risiko Sindrom Dengan Cara ini

Posted by On Agustus 26, 2017

Sering Duduk Seharian? Yuk Kurangi Risiko Sindrom Dengan Cara ini

Sering Duduk Seharian? Yuk Kurangi Risiko Sindrom Dengan Cara ini - JPNN.COM

Duduk terlalu lama. Ilustrasi. Foto abmfederal

jpnn.com - Olahraga secara teratur ternyata bisa mengurangi risiko sindrom metabolik pada orang-orang yang pekerjaannya hanya duduk saja. Hal ini menurut studi kecil dari Brasil.

"Jika Anda memiliki pekerjaan yang tidak membutuhkan gerakan fisik, terutama dalam posisi duduk selama berjam-jam, Anda harus berolahraga setidaknya 150 menit per minggu dalam intensitas sedang untuk mengurangi dampak buruk dari perilaku menetap di tempat kerja," kata peneliti, Eduardo Caldas Costa, seperti dilansir laman Lifescript, Rabu (23/8).

Perilaku menetap telah dikaitkan dengan peningkatan risiko sindrom metabolik, termasuk obesitas perut, tekanan darah tinggi dan kolesterol HDL baik yang rendah yang pada gilirannya, dikaitkan dengan peningkatan risiko pengembangan penyakit jantung dan tipe 2 diabetes.

Para peneliti juga menyelidiki apakah pekerja Angkatan Laut yang menghabiskan sekitar delapan jam sehari duduk, kebanyakan bertugas di bidang administrasi, memiliki risiko sindrom metabolik yang berbeda berdasarkan tingkat aktivitas mereka di luar pekerjaan.

Semua pekerja adalah laki-laki, berusia antara 26-42 tahun. Dari 502 pekerja yang termasuk dalam analisis akhir, 201 atau 40 persennya, tidak mencapai setidaknya 150 menit per minggu aktivitas moderat yang disarankan.

Hampir setengah, yakni sekitar 48 persen kelebihan berat badan dan hampir 19 persen mengalami obesitas.

Setelah disesuaikan dengan usia, waktu dalam pekerjaan, indeks massa tubuh (BMI) dan penggunaan tembakau, para periset menemukan pekerja yang menetap yang memenuhi rekomendasi aktivitas fisik hanya sekitar setengahnya memiliki sindrom metabolik, dibandingkan dengan mereka yang memiliki tingkat aktivitas lebih tinggi.

Pekerja dengan tingkat aktivitas yang lebih rendah juga cenderung mengalami obesitas perut, tekanan darah tinggi dan HDL rendah.

  • 1
  • 2
  • Next
Sumber: JPNN

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »