www.AlvinAdam.com


Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Pemprov DKI akan Gunakan Pajak Tutup Kekurangan di APBD-P ... - Detikcom (Siaran Pers) (Pendaftaran)

Posted by On Juli 25, 2017

Pemprov DKI akan Gunakan Pajak Tutup Kekurangan di APBD-P ... - Detikcom (Siaran Pers) (Pendaftaran)

Selasa 25 Juli 2017, 17:46 WIB Pemprov DKI akan Gunakan Pajak Tutup Kekurangan di APBD-P 2017 Muhammad Fida Ul Haq - detikNews Pemprov DKI akan Gunakan Pajak Tutup Kekurangan di APBD-P 2017Foto: Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah. (Hary Lukita Wardani/detikcom) Jakarta - Pemprov DKI Jakarta akan menggenjot penerimaan pajak untuk menutupi kekurangan di anggaran pendapatan dan belanja daerah perubahan (APBD-P) 2017. Sekda DKI Saefullah menyebut kekurangan anggaran tersebut akan terus dikoreksi dan dirapikan.
"(Kekurangan anggaran) tinggal yang kecil-kecil beginilah. Na nti dirapikan dan nanti di-close sama pajak, kita pompa pajak gimana. Saya kira balance," kata Saefullah di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (25/7/2017).
Saefullah menyebut jajaran SKPD saat ini tengah menyinkronkan realisasi program. Dirinya optimistis tidak akan ada kekurangan anggaran yang berlebihan.
"Angkanya sekarang nggak seperti dulu. Beres sekali, kan yang dulu triliunan. Kita betul-betul real kita hitung bener, saya kira bagus ini," ujarnya.
"Masih ada tambah kurang. Misalnya Bina Marga tadi ada lepas beberapa kegiatan yang tidak dikerjakan. Kemudian, dinas kesehatan juga mengurangi," jelasnya.
Sebelumnya diberitakan, Saefullah menyebut Pemprov DKI masih mengalami kekurangan APBD-P 2017. Per pagi tadi, Saefullah menyebut kekurangan anggaran menjadi Rp 280 miliar.
"Kemarin masih ada sekitar Rp 500-an (miliar) sekian yang belum balance ya," kata Saefullah.
"Kemarin saya panggi l Jakpro, TransJakarta sama DPE, di situ bisa kurang lagi Rp 200-an (miliar). Saya bahas per hari ini mau Rp 280 (miliar)," ujarnya.
Setelah me-review beberapa program, sore ini defisit anggaran itu kembali berkurang menjadi sekitar Rp 100 miliar. Hal ini setelah Saefullah menerima data dari berbagai bidang antara lain pendidikan dan kesehatan.
(fdu/idh)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »