Mengapa Gonorea/Penyakit Kencing Nanah Merebak Lagi?

Mengapa Gonorea/Penyakit Kencing Nanah Merebak Lagi? tirto.id - Penyakit gonorea dikabarkan kembali merebak. Analisis WHO terhadap 77 nega...

Mengapa Gonorea/Penyakit Kencing Nanah Merebak Lagi?

tirto.id - Penyakit gonorea dikabarkan kembali merebak.
Analisis WHO terhadap 77 negara menunjukkan 78 juta orang di seluruh dunia terkena penyakit yang menular secara seksual iniâ€"sebagian besar tinggal di negara-negara miskin. Seperti dikutip BBC pada 7 Juli 2017, WHO melaporkan bahwa resistensi gonorea terhadap antibiotik meluas.
Penyakit gonorea bersumber dari peradangan yang disebabkan oleh infeksi bakteri N. gonorrhoeae, yang tersebar melalui kontak tanpa pelindung dengan penis, tenggorokan, atau vagina. Gonorea bisa berdampak kemandulan dan meningkatkan resiko infeksi HIV.
Berita dari BBC merupakan kabar termutakhir tentang mewabahnya penyakit lawas yang pernah menimbulkan kepanikan moral di Barat pada abad 19 dan telah berhasil diatasi sepanjang abad 20. Pada 1997, gonorae meledak di Kanada. Pada 2009, 10 ribu orang per tahun dilapor kan terkena gonorae. Di Amerika Serikat, gonorae adalah penyakit menular seksual kedua yang paling populer setelah klamidia.
Di Swedia, gonorea sempat berjaya pada tahun 1970-80an. Namun, seperti dilaporkan Vice, dalam satu dekade terakhir terakhir, 1.232 kasus gonorae dilaporkan di Swedia.
Dilansir Deutsch-Welle, pada 2013 Robert Koch Institute memperkirakan jumlah infeksi di Jerman sebanyak 10.000 dan 20.000 per tahun tahun. Deutsch-Welle juga menyebutkan bahwa seluruh penyakit menular seksual tiba-tiba mewabah.

Penyakit-Penyakit Lawas yang Bangkit

Penyakit menular secara seksual telah dikonstruksi secara kultural selama berabad-abad sebagai bahaya moral. Beberapa kalangan mengajukan solusi yang sama, yakni memperketat moralitas, mempromosikan kesalehan publik, serta menutup tempat-tempat prostitusi.
Oleh sebab itu, seringkali penyakit seksual menjadi komoditas politik.
Namun, merebaknya gonorea hanyalah satu f enomena dari kebangkitan penyakit-penyakit lawas yang telah diberantas. Pun, sebab mengapa penyakit-penyakit ini kembali muncul ternyata lebih kompleks dan variatif ketimbang perkara moral. Kampanye anti-vaksin, pemanasan global, kebijakan pemerintah, hingga industri farmasi merupakan beberapa di antara banyak faktor.
Penyakit sifilis, misalnya, kembali mewabah di negara bagian Maine, Amerika Serikat baru-baru ini. Kurangnya pengetahuan tentang seks yang aman menjadi faktor penyumbang. Gerakan anti-vaksin membuat penyakit yang sebetulnya bisa disembuhkan dan dicegah dengan mudah seperti Pertusis, campak, polio, cacar air kembali marak.
Baca:
  • Tolaklah Vaksin, Penyakit Kau Tangkap
  • Bagaimana Gerakan Anti-vaksin Mendunia?
  • Perang Argumen Anti-vaksin dan Pro-vaksin


Miskin Riset dan Resistensi Antibiotik

Pada 11 Juli lalu, BBC me laporkan keberhasilan ujicoba vaksin gonorae. Upaya ini ditempuh akibat gonorae semakin kebal antibiotik yang pada akhirnya memunculkan bakter jenis baru “super-gonorea. Minimnya minat industri farmasi terhadap riset-riset antibiotik adalah faktor penting yang menyumbang pada lahirnya gonorea yang kebal obat. Padahal, antibiotik perlu diperbaharui terus-menerus.
“Pada dekade 1980an, kita menyaksikan puluhan antibiotik baru. Tapi sekarang kita cukup beruntung dengan kemunculan satu atau produk baru,” tulis Elizabeth Sukkar dalam Pharmaetical Journal pada 2013. Industri obat tidak terlalu tertarik untuk berinvestasi di riset-riset antibiotik karena sedikitnya laba yang dapat diraup.
"Biaya uji cobanya tinggi dan masyarakat tak bersedia untuk membayarnya. Hasilnya paradoks, orang ingin antibiotik murah, tapi ongkos pengembangannya tinggi,” ujar Mahesh Patel, direktur penelitian obat-obatan di Wockhardt, perusahaan farmasi yang berbasis di Mumbai, India .
Mengapa Gonorea/Penyakit Kencing Nanah Merebak Lagi?
Penggunaan antibiotik tanpa regulasi juga menimbulkan masalah. Di beberapa tempat, obat ini dipandang sebagai obat segala obat infeksi. Sara Reardon menulis untuk Nature, menyebutkan bahwa di Cina, rumah sakit dan klinik mendapatkan insentif untuk tiap resep yang dikeluarkan untuk pasien. Akibatnya, konsumsi antibiotik naik drastis. Belum lagi ongkos dokter yang tinggi membuat orang beralih ke antibiotik. Mereka membelinya tanpa resep.
“Beberapa negeri mengizinkan penjualan antibiotik tanpa resep, dan orang mengkonsumsinya bahkan untuk penyakit-penyakit yang tidak bisa disembuhkan oleh antibiotik seperti malaria,” tulis Reardon.
Tak hanya gonorea, TBC pun kembali menjadi ancaman karena penggunaan antibiotik yang sembarangan. Selasa lalu (18/7) , Al-Jazeera melaporkan jumlah penderita TBC meningkat di dari 2,2 juta di tahun 2014 ke 2.8 juta pada 2015. Jenis bakteri TBC pun yang resisten terhadap antibiotik pun berkembang. India tercatat sebagai negara dengan tingkat penderita TBC terbesar di dunia. Menyusul di belakang India adalah Indonesia, China, Nigeria, Pakistan, dan Afrika Selatan.
Indonesia termasuk rawan dalam hal penyalahgunaan antibiotik. Penelitian Ivan S. Pradipta, dkk, tentang puskesmas yang diterbitkan di Journal of Family and Community Medicine pada 2015, menunjukkan bahwa penggunaan antibiotik seringkali ditentukan oleh tingkat pengetahuan pembuat resep, kesulitan diagnosis, tekanan pasien, serta kondisi keuangan. Sementara itu di puskesmas, jumlah tenaga ahli seperti dokter umum, spesialis dan ahli farmasi sangat terbatas.
Baca juga artikel terkait ANTIBIOTIK atau tulisan menarik lainnya Windu Jusuf
(tirto.id - win/msh)

Keyword

antibiotik antivaksin anti vaksin penyakit menular gonorea tuberkulosis kencing nanah kesehatan mild report

REKOMENDASI

  • Bakteri Gonore Akibat Seks Tak Aman Kian Kebal Antibiotik

    Bakteri Gonore Akibat Seks Tak Aman Kian Kebal Antibiotik

  • WHO Rilis Daftar 12 Bakteri yang Resistan Antibiotik

    WHO Rilis Daftar 12 Bakteri yang Resistan Antibiotik

  • Antibiotik yang Malah Membuat Sakit

    Antibiotik yang Malah Membuat Sakit

  • Inova   si yang Dipercaya Akan Mengubah Dunia

    Inovasi yang Dipercaya Akan Mengubah Dunia

KONTEN MENARIK LAINNYA

  • Kekuatan Memaafkan

    Kekuatan Memaafkan

  • Bahaya Menghirup Uap Bensin

    Bahaya Menghirup Uap Bensin

BACA JUGA

  • Mana Lebih Berisiko: Melahirkan Saat Masih Muda atau Tua?

    Mana Lebih Berisiko: Melahirkan Saat Masih Muda atau Tua?

  • Bahaya di Balik Kesenangan Semu "Happy Five"

    Bahaya di Balik Kesenangan Semu &q uot;Happy Five"

Sumber: Tirto

COMMENTS

Nama

Berita,163,Budaya,10,Ekonomi,19,Hankam,5,Informasi,9,Kesehatan,3,Olahraga,159,Opini,61,Pendidikan,23,Politik,1943,Sosial,3,Teknologi,160,Tokoh,5,
ltr
item
Obor Rakyat: Mengapa Gonorea/Penyakit Kencing Nanah Merebak Lagi?
Mengapa Gonorea/Penyakit Kencing Nanah Merebak Lagi?
https://mmc.tirto.id/image/otf/860x/2017/07/21/resistensi-antibiotik--MILD-01.jpg
Obor Rakyat
http://www.oborrakyat.com/2017/07/mengapa-gonoreapenyakit-kencing-nanah.html
http://www.oborrakyat.com/
http://www.oborrakyat.com/
http://www.oborrakyat.com/2017/07/mengapa-gonoreapenyakit-kencing-nanah.html
true
8492057078391058769
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy