Ketika Akun Instagram DPR Unggah "KPK Kerjanya 'Nguping'"... - KOMPAS.com

Ketika Akun Instagram DPR Unggah "KPK Kerjanya 'Nguping'"... - KOMPAS.com Instagram DPR Dua postingan akun resmi DPR soal ...

Ketika Akun Instagram DPR Unggah "KPK Kerjanya 'Nguping'"... - KOMPAS.com

Dua postingan akun resmi DPR soal KPK mengundang reaksi warganet. Instagram DPR Dua postingan akun resmi DPR soal KPK mengundang reaksi warganet.

JAKARTA, KOMPAS.com - Akun instagram resmi Dewan Perwakilan Rakyat, @DPR_RI, Rabu (19/7/2017) memancing komentar warganet.

Ribuan komentar membanjiri dua postingan yang menyinggung soal Komisi Pemberantasan Korupsi.

Postingan pertama soal KPK sebuah foto dengan tulisan "Mega Korupsi KPK Diam Saja".

Pada postingan tersebut, mencantumkan kutipan dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) soal indikasi kerugian keuangan negara dari kasus Pelindo II.

Sementara, foto kedua bertuliskan "KPK Kerjanya Nguping". Pada postingan foto ini, mengutip pernyataan Koordinator Komite Aksi Pemantau Hak Angket KPK (Kompak), M Amin Fahrudin.

Kutipan tersebut menyinggung soal penyadapan yang dilakukan KPK dan Operasi Tangkap Tangan KPK.

Hingga Kamis (20/7/2017) pagi, tercatat lebih dari 2.000 komentar pada postingan ini.

Dua unggahan ini memancing reaksi warganet di tengah sorotan atas kinerja DPR terkait pembentukan Pansus Angket KPK dan penetapan Setya Novanto sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek e-KTP.

Kritik warganet

Sebagian besar komentar mempertanyakan dua foto yang diunggah @DPR_RI karena merupakan akun resmi lembaga perwakilan rakyat tersebut.

Mereka menilai, tak pantas jika akun resmi lembaga negara menyerang lembaga lain.

Salah satunya dari pemilik akun instagram @riannazheid.

"Ini akun IG resmi DPR bukan sih? Kok tidak mencerminkan kewibawaan ya. Jadi aneh," kata dia.

Sebagian warganet lainnya menilai, unggahan @DPR_RI itu bisa dikategorikan sebagai ujaran kebencian, yang alih-alih menyatukan perbedaan di masyarakat, tetapi justru memperuncing keadaan.

"Agak kecewa. Tidak seharusnya lembaga negara menebar kebencian melalui media soaial seperti ini. Jika ada suatu permasalahan maka harus diselesaikan secara TUN. Jangan malah menjelek-jelekan satu sama lain," ujar pemilik akun @renoiqbalsah.

Ada juga yang menilai sikap DPR tersebut sebagai respons atas pengusutan kasus korupsi e-KTP di KPK.

"Ini DPR tambah lama tambah ngaco efek kasus ektp kayaknya wkwk. Akun resmi postingannya ginian? Nyinyir ke lembaga lain apa pantas? Harusnya saling dukung. Kalau mau mendukung memberantas korupsi kalian bantu dengan merevisi undang-undang yang memperberat hukuman bagi para koruptor. Sekalian kasih yang paling minimal 15 tahun dan maksim al hukuman mati. Itu baru wakil rakyat. Kalau sekarang sih bukan wakil rakyat, lah wong mayoritas rakyat saja mendukung KPK," tutur pemilik akun @budii_prass.

Selain itu, beberapa warganet menduga postingan tersebut bukan inisiatif pihak DPR, tetapi salah satu pihak yang kutipannya dicantumkan.

"Aku cuma mau tanya, itu yang suruh posting siapa ya? Inisiatif mimin @DPR_RI atau pak m amin fahtudin sih? *ketawa nangis*" kata pemilik akun @agungsugiartoas.

Tak etis

Koordinator Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch (ICW) Donal Fariz menilai unggahan pada akun Instagram resmi institusi DPR RI tersebut tak etis.

Dua foto itu, menurut dia, terkesan menyerang komisi anti-rasuah pada saat KPK tengah getol membongkar skandal e-KTP.

"Tindakan tersebut tidak etis," kata Donal saat dihubungi.

Menurut Donal, kesan politis terlihat dari postingan itu karena Koordinator Kompak, M Amin Fahrudin, merupakan orang kepercayaan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah.

Donal mengatakan, Fahri menjadi salah satu penggagas hak angket KPK sekaligus salah satu politisi yang paling "rajin" mengkritik lembaga tersebut.

"Amin Fahrudin itu merupakan orang kepercayaan Fahri Hamzah, sehingga ada kesan pertanyaan tersebut mewakili politisi-politisi yang tidak senang terhadap KPK," ujar Donal.

Tanggapan tim sosmed DPR

Dua postingan itu diunggah langsung oleh tim sosial media, Bagian Pemberitaan DPR RI.

Kepala Biro Pemberitaan DPR, Djaka Dwi Winarko, menanggapi santai pro-kontra yang timbul di masyarakat akibat postingan tersebut.

Menurut dia, hal itu sekaligus menjadi diskursus bersama.

Kutipan yang diambil dari pernyataan pihak di luar parlemen, kata Djaka, merupakan suara yang juga disalurkan oleh pihak masyarakat.

Ia juga tak sepakat jika hal itu dianggap kampanye hitam Pansus Hak Angket KPK.

"Menyalurkan diskursus di masyarakat kan berbagai macam pendapat, dari pakar juga, berbagai macam pendapat. Ya enggak apa-apa nanti biar publik kan juga menilai," kata Djaka, saat dihubungi.

Djaka juga membantah jika postingan tersebut digunakan sebagai media untuk menyerang KPK.

"Enggak, enggak. Itu kan bagian, sebagai diskursus publik," kata dia.

Meski demikian, baik komentar positif maupun negatif menjadi masukan bagi bagian pemberitaan untuk mengunggah konten-konten pada masa yang akan datang.

"Ada reaksi, pendapat, saran, kritik. Pasti menjadi bagian dari evaluasi kami," kata Djaka.

Kompas TV Menilai Manfaat Penambahan Kursi Anggota DPR

Berita Terkait

Pimpinan Bantah Kinerja DPR Rendah karena Sering ke Luar Negeri

Setya Novanto Bantah Kinerja DPR "Memble" karena ke Luar Negeri

Survei: Publik Tak Puas Kinerja DPR, tetapi Kehadiran KMP Diapresiasi

Kinerja DPR yang Jeblok dan Tuntutan yang Banyak Dinilai Tak Sebanding

"Tak Ada Korelasi Antara Penambahan Kursi dan Peningkatan Kinerja DPR"

Terkini Lainnya

Sebagian Pengusaha Taksi 'Online' di Yogyakarta Mulai Mengurus Izin

Sebagian Pengusaha Taksi "Online" di Yogyakarta Mulai Mengurus Izin

Regional 20/07/2017, 12:52 WIB Rapat Paripurna, Gerindra Ngotot 'Presidential Threshold' Dihapus

Rapat Paripurna, Gerindra Ngotot "Presidential Threshold" Dihapus

Nasional 20/07/2017, 12:45 WIB Djarot: Kalian Harus Terima Sanksi jika Lambat atau Ogah-ogahan

Djarot: Kalian Harus Terima Sanksi jika Lambat atau Ogah-ogahan

Megapolitan 20/07/2017, 12:44 WIB Ini yang Akan Dilakukan Polisi jika Jakmania Nekat Datang ke Bandung Saksikan Persib vs Persija

Ini yang Akan Dilakukan Polisi jika Jakmania Nekat Datang ke Bandung Saksikan Persib vs Persija

Regional 20/07/2017, 12:35 WIB PPP Harap PKB Dukung 'Presidential Threshold' 20-25 persen

PPP Harap PKB Dukung "Presidential Threshold" 20-25 persen

Nasional 20/07/2017, 12:33 WIB Kapolri Minta Sabu 1 Ton Diawasi Ketat Sebelum Dimusnahkan

Kapolri Minta Sabu 1 Ton Diawasi Ketat Sebelum Dimusnahkan

Megapolitan 20/07/2017, 12:33 WIB Ini Saran Polri jika HTI Tak Puas dengan Keputusan Pembubaran

Ini Saran Polri jika HTI Tak Puas dengan Keputusan Pembubaran

Nasional 20/07/2017, 12:29 WIB  Polisi Terjunkan 2.226 Personel Amankan Laga Persib Melawan Persija

Polisi Terjunkan 2.226 Personel Amankan Laga Persib Melawan Persija

Regional 20/07/2017, 12:26 WIB BPK: 78,25 Persen Rekomendasi untuk Pemprov DKI Belum Ditindaklanjuti

BPK: 78,25 Persen Rekomendasi untuk Pemprov DKI Belum Ditindaklanjuti

Megapolitan 20/07/2017, 12:22 WIB Yang Berbeda dari Rapat Paripurna Hari ini dan Hari Sebelumnya...

Yang Berbeda dari Rapat Paripurna Hari ini dan Hari Sebelumnya...

Nasional 20/07/2017, 12:21 WIB Pilkada Telah Usai, Bupati Takalar Resmi Jadi Tersangka Korupsi Penjualan Lahan Negara

Pilkada Telah Usai, Bupati Takalar Resmi Jadi Tersangka Korupsi Penjualan Lahan Negara

Regional 20/07/2017, 12:18 WIB Fraksi PDI-P Minta Langsung Voting Keputusan RUU Pemilu

Fraksi PDI-P Minta Langsung Voting Keputusan RUU Pemilu

Nasional 20/07/2017, 12:18 WIB Korban Memaafkan Pelaku 'Bullying' di Universitas Gunadarma

Korban Memaafkan Pelaku "Bullying" di Universitas Gunadarma

Megapolitan 20/07/2017, 12:09 WIB Hakim: Ade Komarudin Diuntungkan 100.000 Dollar AS dalam Proyek E-KTP

Hakim: Ade Komarudin Diuntungkan 100.000 Dollar AS dalam Proyek E-KTP

Nasional 20/07/2017, 12:08 WIB Kapolri: Hukum Kita Dinilai Lemah sehingga Bandar Narkoba Merajalela

Kapolri: Hukum Kita Dinilai Lemah sehingga Bandar Narkoba Merajalela

Megapolitan 20/07/2017, 12:08 WIB Load MoreSumber: Google News

COMMENTS

Nama

Berita,163,Budaya,10,Ekonomi,19,Hankam,5,Informasi,9,Kesehatan,3,Olahraga,159,Opini,61,Pendidikan,23,Politik,1943,Sosial,3,Teknologi,160,Tokoh,5,
ltr
item
Obor Rakyat: Ketika Akun Instagram DPR Unggah "KPK Kerjanya 'Nguping'"... - KOMPAS.com
Ketika Akun Instagram DPR Unggah "KPK Kerjanya 'Nguping'"... - KOMPAS.com
http://assets.kompas.com/crop/0x16:960x656/750x500/data/photo/2017/07/20/1143273413.jpg
Obor Rakyat
http://www.oborrakyat.com/2017/07/ketika-akun-instagram-dpr-unggah-kpk.html
http://www.oborrakyat.com/
http://www.oborrakyat.com/
http://www.oborrakyat.com/2017/07/ketika-akun-instagram-dpr-unggah-kpk.html
true
8492057078391058769
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy