Jangan Harap Bisa Pakai Aplikasi Paspor Online Tahun Ini

Jangan Harap Bisa Pakai Aplikasi Paspor Online Tahun Ini tirto.id - Novi K, warga Depok ingin memperpanjang paspornya yang tanpa ia sadari...

Jangan Harap Bisa Pakai Aplikasi Paspor Online Tahun Ini

tirto.id - Novi K, warga Depok ingin memperpanjang paspornya yang tanpa ia sadari sudah kedaluwarsa. Tak mau repot dan lama-lama mengantre, ia memutuskan mendaftar online. Sekali dicoba, situs yang dituju tak bisa dibuka. Lalu ia coba lagi, sehari lebih dari tiga kali, selama sepekan. Nihil.
Frustasi dengan pendaftaran online, Novi datang ke Kantor Imigrasi Kelas II Depok pada Selasa 18 Juli 2017, mencoba secara manual. Ia terpaksa absen dari pekerjaan untuk proses perpanjangan paspor itu.
Pukul 8.30 dia sudah tiba di lokasi dan mengantre dengan ratusan orang lainnya. Pukul 9.30 WIB dia masih dalam barisan antrean dan mulai panik. Kalau sampai pukul 10.00 WIB ia tak sampai ke loket, maka ia harus kembali keesokan hari sebab loket akan ditutup.
Sekitar 15 menit sebelum pukul 10.00 WIB, Novi tiba juga di loket pendaftaran. Berkasnya diperiksa lalu ia diberi nomor antr ean. Ada lebih dari sepuluh orang yang hari itu tak kebagian nomor antrean. Mereka yang sudah mendapat antrean pun masih harus menunggu berjam-jam.
Saat masuk ke ruang antrean untuk foto dan wawancara, petugas satpam membagikan sebungkus biskuit di depan pintu. Semacam kode bahwa “Hari ini akan panjang!”.
Sampai hampir pukul 12.00 WIB, nomor urut Novi tak kunjung dipanggil. Lalu tiba-tiba ada pengumuman dari pengeras suara bahwa sedang terjadi gangguan pada server yang membuat petugas di Kantor Imigrasi Depok tak bisa mencetak lembar pembayaran bank. Alhasil, mereka yang mengantre hari itu, harus kembali lagi keesokan harinya untuk mengantre lagi, mengambil bukti pembayaran tersebut.
Novi tampak kesal. Tetapi ia tak punya pilihan. Hari itu, dia tetap menunggu untuk proses foto dan wawancara. Namanya baru dipanggil sekitar pukul 15.00. Saat Novi selesai, masih ada puluhan orang lain yang menunggu urutannya dipanggil. Jika ada aplikasi online, ia tak perlu mengan tre selama itu. Maksimal jam 12 atau jam 1 siang, proses foto dan wawancara sudah selesai karena petugas tak perlu memasukkan data para pemohon satu per satu.
Jika tak ditambah lagi dengan gangguan yang lain, para pemohon pembuatan paspor tak perlu kembali lagi mengambil slip pembayaran bank. Mereka hanya kembali ketika paspor sudah selesai. Tetapi di hari Selasa itu, proses yang seharusnya terjadi hanya berjalan sampai pukul 11.00. Mereka yang diwawancara dan difoto setelah itu, harus kembali keesokan harinya.
Menurut pantauan Tirto, keesokan harinya, permasalahan serupa terjadi lagi. Mereka yang mendaftar di hari Rabu juga harus kembali lagi hari Kamis untuk mengambil slip pembayaran.
“Belakangan memang sering begini, hari ini juga. Memang enggak tiap hari sih, Mbak. Tapi ya sering,” ungkap Azizah, salah satu petugas layanan konsumen.
Di samping pintu masuk ruang wawancara dan foto, tertempel pemberitahuan yang menyatakan sejak 22 September 2016, terjad i gangguan database di kantor pusat yang mengakibatkan koneksi aplikasi pada permohonan paspor terganggu. Pemberitahuan itu memberikan jawaban mengapa Novi tak bisa mengakses aplikasi perpanjangan atau pendaftaran paspor online.
“Sampai akhir tahun kayaknya layanan online enggak dibuka dulu mbak, kemungkinan tahun depan,” jawab Azizah saat ditanya tentang layanan online.
Humas Direktorat Jenderal Imigrasi Agung Sampurno pun tak bisa memastikan kapan masyarakat bisa kembali menggunakan layanan paspor online. Alasan utama gangguan ini adalah sedang dilakukannya pemindahan server ke gedung lain.
“Proses pemindahan dan migrasi data server ini memang takes time, sampai saat ini masih berlangsung,” katanya kepada Tirto, Rabu (19/7). Lamanya waktu pemindahan data tersebut lanjut Agung karena data yang dipindahkan adalah data biometric, bukan sekadar dokumen.
Meski tak bisa memastikan kapan selesai, ia mengatakan secara kontrak, pengerjaannya seharusnya seles ai tahun ini. Sebab pemindahan server itu menggunakan anggaran tahun 2017. Jadi, bagi mereka yang membutuhkan paspor baru tahun ini, mau tak mau harus menempuh cara manual.
  • Baca juga: Menggugat Lemahnya Paspor Indonesia

Jangan Harap Bisa Pakai Aplikasi Paspor Online Tahun Ini


Aplikasi Tak Berguna


Agung menjelaskan, untuk mempermudah masyarakat, pihaknya membuat aplikasi bernama Antrian Paspor. Untuk masa percobaan, lanjutnya, aplikasi itu hanya bisa digunakan di Kantor Imigrasi Jakarta Selatan. Saat ini, ia sudah diunduh 50 ribu kali di Play Store dengan nilai hanya 2,9.
Dari namanya saja, aplikasi Antrian Paspor ini sudah tak sesuai kaidah Bahasa Indonesia. Seharusnya 'Antrean' bukan 'Antrian'. Antri ada lah bentuk tidak baku dari Antre. Terlepas dari persoalan nama itu, banyak sekali pengguna aplikasi yang mengeluhkan fungsi dari aplikasi tersebut.
Seperti namanya, aplikasi ini hanya memastikan pemohon paspor untuk mendapatkan nomor antrean. Jadi mereka tak harus datang pagi-pagi buta ke kantor imigrasi untuk memastikan mereka bisa mendapat nomor antrean sebelum pukul 10.00 WIB. Aplikasi ini seharusnya cukup membantu. Setidaknya, pada pemohon datang dan hanya mengantre untuk foto dan wawancara saja.
Praktiknya, ada banyak masalah dalam penggunaannya. Willy Wisnuadhi hanya memberikan bintang satu dari skala lima untuk aplikasi Antrian Paspor ini. Ia mendaftar tanggal 19 Juni, tetapi baru mendapat antrean pada tanggal 12 Juli pukul 13.00 WIB. “Hari H datang jam setengah 12, sampai lewat jam setengah 3 belum dilayani dengan alasan antrean overload karena sistem eror,” tulisnya di kolom ulasan aplikasi. Willy menyebutkan aplikasi tersebut sebagai pemborosan uan g negara.
Paramitha Putri menulis ulasan serupa. “Terus-menerus melebihi kuota. Padahal saya hanya apply untuk satu orang pemohon dan di aplikasi ditampilkan kuota tersedia tiga, bahkan 131 pada tanggal yang berbeda,” tulisnya. Sama seperti Willy, ia juga hanya memberikan bintang satu untuk aplikasi itu. Selain dua pengguna ini, ada banyak lagi yang menyatakan tak bisa mendapat nomor antrean padahal di aplikasi tertera masih ada kuota tersedia.
Padahal, pihak imigrasi sedang gencar-gencarnya mempromosikan aplikasi Antrian Paspor ini. Promosi juga dilakukan lewat video yang dibuka dengan kalimat “Bikin paspor ga perlu ngantri!”. Pembuka yang jelas keliru. Kalaupun aplikasi itu berjalan dengan benar, bukan berarti penggunanya tak harus mengantre, sebab aplikasi itu sendiri hanya menjamin penggunanya mendapatkan nomor antrean. Itu artinya, setelah itu ya harus tetap mengantre untuk foto dan wawancara.
Baca juga artikel terkait TEKNOLOGI atau tulisan menarik lainnya Wan Ulfa Nur Zuhra
(tirto.id - wan/nqm)

Keyword

teknologi paspor ditjen imigrasi paspor online aplikasi paspor online paspor online terganggu server mild report

REKOMENDASI

  • Nusron: Syarat Tabungan untuk Paspor Baru Didukung Jokowi

    Nusron: Syarat Tabungan untuk Paspor Baru Didukung Jokowi

  • Warna Laut di Paspor Kita

    Warna Laut di Paspor Kita

  • Kasus Kapal TKI Tenggelam, Polisi Tangkap Dua Tersangka Baru

    Kasu s Kapal TKI Tenggelam, Polisi Tangkap Dua Tersangka Baru

  • Di Balik Perubahan Warna Paspor Indonesia

    Di Balik Perubahan Warna Paspor Indonesia

KONTEN MENARIK LAINNYA

  • Komunikasi Teroris: Telegram Mati, Gim Online Pun Jadi

    Komunikasi Teroris: Telegram Mati, Gim Online Pun Jadi

  • Mengenang Friendster dan Media Sosial Jadul yang Lain

    Mengenang Friendster dan Media Sosial Jadul yang Lain

BACA JUGA

  • Mereka yang Memanfaatkan Tel   egram Selain Teroris

    Mereka yang Memanfaatkan Telegram Selain Teroris

  • Cara Mencegah Ponsel Terkena Mobile Ransomware

    Cara Mencegah Ponsel Terkena Mobile Ransomware

Sumber: Tirto

COMMENTS

Nama

Berita,163,Budaya,10,Ekonomi,19,Hankam,5,Informasi,9,Kesehatan,3,Olahraga,159,Opini,61,Pendidikan,23,Politik,1943,Sosial,3,Teknologi,160,Tokoh,5,
ltr
item
Obor Rakyat: Jangan Harap Bisa Pakai Aplikasi Paspor Online Tahun Ini
Jangan Harap Bisa Pakai Aplikasi Paspor Online Tahun Ini
https://mmc.tirto.id/image/otf/860x/2017/07/19/paspor-online-tak-lagi-jalan--mild--fuad.jpg
Obor Rakyat
http://www.oborrakyat.com/2017/07/jangan-harap-bisa-pakai-aplikasi-paspor.html
http://www.oborrakyat.com/
http://www.oborrakyat.com/
http://www.oborrakyat.com/2017/07/jangan-harap-bisa-pakai-aplikasi-paspor.html
true
8492057078391058769
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy