www.AlvinAdam.com


Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Ini Mekanisme Pengambilan Keputusan RUU Pemilu - KOMPAS.com

Posted by On Juli 19, 2017

Ini Mekanisme Pengambilan Keputusan RUU Pemilu - KOMPAS.com

Anggota Fraksi PKS Sigit Sosiantomo melayangkan protes rapat paripurna dipimpin oleh Fahri HamzahKOMPAS.com/Nabilla Tashandra Anggota Fraksi PKS Sigit Sosiantomo melayangkan protes rapat paripurna dipimpin oleh Fahri Hamzah

JAKARTA, KOMPAS.com - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akan menggelar rapat paripurna pengambilan keputusan terhadap Rancangan Undang-Undang Pemilu (RUU Pemilu), Kamis (20/7/2017).

Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan mengatakan, sikap setiap fraksi pada prinsipnya didasarkan pada keputusan di tingkat I. Namun, komunikasi masih sangat cair menjelang pengambilan keputusan.

"Karena ini forum tertinggi, sehingga paripurna bisa mengubah apapun. Masih sangat cair sekali. Tapi kami berharap, kami pimpinan akan mengupayakan musyawarah mufakat," kata Taufik di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis.

(baca: RUU Pemilu, Demokrat Galang Koalisi dengan Empat Partai)

Taufik menjelaskan mekanisme pengambilan keputusan paripurna pagi ini. Pertama, paripurna akan memberikan kesempatan bagi setiap anggota yang ingin menyampaikan pendapat.

Jika dirasa sudah cukup, maka diberi kesempatan berbicara tiap fraksi.

Jika pada kesempatan tersebut keputusan masih belum bisa diambil dan buntu, maka rapat akan diskors.

Kemudian akan dilakukan forum lobi pimpinan DPR dan pimpinan fraksi.

(baca: Antisipasi Voting RUU Pemilu, Sejumlah Fraksi Larang Anggota Bepergian)

Kemudian, rapat dilanjutkan untuk menyampaikan pandangan tiap fraksi. Jika masih juga buntu, maka rapat kembali diskors untuk dibuka forum lobi.

"Biasanya yang terakhir itu melibatkan unsur pemerintah," ucap Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Pada lobi tersebut, akan turut melibatkan perwakilan pemerintah. Dalam hal ini kemungkinan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Pemerintah akan diminta pendapat akhirnya.

Jika menginginkan kembali ke undang-undang lama, maka voting tak dilanjutkan. Namun, jika bersedia menerima hasil voting, rapat akan dilanjutkan.

"Kalau voting, biasanya ada garansi dari pemerintah. Keputusan apapun pemerintah akan melaksanakan," ucap Taufik.

Baca: Peta Dukungan Parpol terhadap RUU Pemilu

Hingga berita ini dinaikkan, paripurna belum juga dimulai karena sejumlah fraksi masih melakukan rapat internal akhir jelang pengambilan keputusan RUU Pemilu.

Saat ini, Pansus telah menyiapkan lima paket opsi untuk dipilih agar segera bisa diputuskan pada rapat paripurna.

Kelima isu krusial tersebut, yakni ambang batas pencalonan presiden, ambang batas parlemen, sistem pemilu, sebaran kursi perdaerah pemilihan, dan metode konversi suara. Poin yang paling alot diperdebatkan adalah perihal presidential threshold, di mana pemerintah bersikeras mempertahankan angka 20-25 persen.

Lima fraksi telah sepakat mendukung opsi paket A, sama dengan pemerintah.

Lima fraksi tersebut adalah PDI Perjuangan, Golkar, Nasdem, PPP, dan Hanura.

Tiga fraksi mendukung opsi paket B, yakni Gerindra, PKS, dan Demokrat.

Perbedaan pada paket A dan B hanya terletak pada besaran ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) dan metode konversi suara.

Fraksi PKB dan PAN terbuka untuk bergabug dengan opsi yang dipilih pemerintah, yakni Paket A.

Akan tetapi, PAN menginginkan kompromi pada isu metode konversi suara.

Jika pada Paket A adalah metode sainte lague murni, PAN menginginkan kuota hare.

Kompas TV Apa dampak dari tarik ulur ini? Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
  • Revisi UU Pemilu

Berita Terkait

PAN Berharap Tak Ada Voting Saat Paripurna soal RUU Pemilu

Soal RUU Pemilu, PDI-P Berharap PAN dan PKB Satu Suara dengan Pemerintah

Golkar Wajibkan Anggotanya Hadiri Paripurna Saat Putuskan RUU Pemilu

Mendagri Pertanyakan Keinginan DPR Bertemu Presiden Bahas RUU Pemilu

Ketua Pansus Pemilu Sebut UU Lama Tak Relevan untuk Pemilu 2019

Terkini Lainnya

Djarot Minta Polisi Beri Sanksi Pengendara Motor yang Terobos Trotoar

Djarot Minta Polisi Beri Sanksi Pengendara Motor yang Terobos Trotoar

Megapolitan 20/07/2017, 10:16 WIB Ini Mekanisme Pengambilan Keputusan RUU Pemilu

Ini Mekanisme Pengambilan Keputusan RUU Pemilu

Nasional 20/07/2017, 10:15 WIB Dilantik sebagai Kepala Setpres, Heru Budi Langsung ke Malang Dampingi Jokowi

Dilantik sebagai Kepala Setpres, Heru Budi Langsung ke Malang Dampingi Jokowi

Nasional 20/07/2017, 10:12 WIB Heru Budi Hartono Dilantik Menjadi Kepala Sekretariat Presiden

Heru Budi Hartono Dilantik Menjadi Kepala Sekretariat Presiden

Nasional 20/07/2017, 10:05 WIB Wali Kota Bekasi Segel Pabrik yang Limbahnya Cemari Kali Bekasi

Wali Kota Bekasi Segel Pabrik yang Limbahnya Cemari Kali Bekasi

Megapolitan 20/07/2017, 10:03 WIB Senator John McCain Didiagnosis Menderita Kanker Otak

Senator John McCain Didiagnosis Menderita Kanker Otak

Internasional 20/07/2017, 09:46 WIB Setya Novanto Tak Mundur sebagai Ketua DPR, Ini Saran PPP kepada Publik

Setya Novanto Tak Mundur sebagai Ketua DPR, Ini Saran PPP kepada Publik

Nasional 20/07/2017, 09:22 WIB Setelah Bertemu Putin, Trump Hentikan Program Rahasia CIA di Suriah

Setelah Bertemu Putin, Trump Hentikan Program Rahasia CIA di Suriah

Internasional 20/07/2017, 09:15 WIB Pemerintah Indonesia Kecam Penutupan Kompleks Masjid Al-Aqsa

Pemerintah Indonesia Kecam Penutupan Kompleks Masjid Al-Aqsa

Nasional 20/07/2017, 09:01 WIB DKI Tambah Alat Pengukur Tinggi Permukaan Air di 5 Wilayah

DKI Tambah Alat Pengukur Tinggi Permukaan Air di 5 Wilayah

Megapolitan 20/07/2017, 08:56 WIB Pesta Miras Berujung Perkelahian, Satu Orang Tewas

Pesta Miras Berujung Perkelahian, Satu Orang Tewas

Regional 20/07/2017, 08:45 WIB Ketum PPP Nilai Pembubaran HTI Jadi Pelajaran bagi Masyarakat Sipil

Ketum PPP Nilai Pembubaran HTI Jadi Pelajaran bagi Masyarakat Sipil

Nasional 20/07/2017, 08:44 WIB Kepolisian dan Bayang-bayang Penyiksaan

Kepolisian dan Bayang-bayang Penyiksaan

Megapolitan 20/07/2017, 08:38 WIB Kisah Remaja Perempuan yang Jadi Pengantin Militan ISIS

Kisah Remaja Perempuan yang Jadi Pengantin Militan ISIS

Internasional 20/07/2017, 08:33 WIB Universitas Gunadarma Akan Buat Sistem Monitoring 'Bullying'

Universitas Gunadarma Akan Buat Sistem Monitoring "Bullying"

Megapolitan 20/07/2017, 08:13 WIB Load MoreSumber: Google News

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »